Berkshire melakukan pembongkaran pasang kepemilikannya di sektor kesehatan

Selasa, 16 November 2021 | 09:10 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Berkshire melakukan pembongkaran pasang kepemilikannya di sektor kesehatan

ILUSTRASI. Ketua Berkshire Hathaway Warren Buffett. Berkshire melakukan pembongkaran pasang kepemilikannya di sektor kesehatan.


KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Berkshire Hathaway Inc milik miliarder Warren Buffett masih terus melakukan bongkar pasang kepemilikan sahamnya terutama di sektor kesehatan. Perusahaan tersebut telah melepas investasinya di Merck & Co dan mengurangi kepemilikannya di AbbVie Inc dan Bristol-Myers Squibb Co.

Saham masing-masing Berkshire di AbbVie dan Bristol-Myers turun 30% dan 16% pada kuartal tersebut.

Mengutip Reuters, Berkshire juga menghilangkan saham kecilnya di Organon & Co, sebuah spin-off Merck yang membuat diri dalam kontrasepsi dan produk kesehatan lainnya, dan perusahaan telekomunikasi Liberty Global Plc.

Sebaliknya, perusahaan telah mengungkapkan investasi baru sebesar US$ 475 juta di Royalty Pharma Plc, yang membeli obat royalti, dan US$ 99 juta di Floor & Decor Holdings Inc, yang merupakan toko lantai.

Baca Juga: Warren Buffett: Hidup Anda bisa hancur dalam 5 menit lewat 1 kesalahan kritis ini

Perubahan tersebut dalam pengajuan peraturan yang merinci kepemilikan Berkshire yang terdaftar di AS pada 30 September.

Sekadar informasi, Royalty Pharma merupakan perusahaan yang membantu mendanai tahap akhir dan peluncuran produk dengan ketidakseimbangan aliran royalti di masa mendatang, dan terkadang membeli royalti dari pengembang obat.

Aliran pendapatannya yang lebih besar berasal dari perawatan Vertex Pharmaceuticals Inc untuk cystic fibrosis, Tysabri dari Biogen Inc untuk multiple sclerosis, dan AbbVie's Imbruvica untuk jenis kanker.

Harga saham perusahaan pun baru-baru ini sekitar 50% di atas penawaran umum perdana pada Juni 2020, tetapi di bawah harga penutupan pada hari perdagangan pertama.

Baca Juga: Kata Warren Buffett soal ketidakmampuan investor belajar sejarah terkait pasar saham

Editor: Noverius Laoli

Terbaru