kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Berstatus tahanan rumah, mantan bos Nissan kabur dari Jepang ke Lebanon


Kamis, 02 Januari 2020 / 17:06 WIB
ILUSTRASI. Mantan Chariman Nissan Motor Carlos Ghosn meninggalkan Rumah Tahanan Tokyo di Tokyo, Jepang 25 April 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Menurut sumber tadi, Ghosn juga terkejut dengan berita yang melaporkan jaksa penuntut Jepang telah menginterogasi putri dan putranya di Amerika Serikat pada awal Desember. Dan, Ghosn yakin, Jepang berusaha memaksakan pengakuan dari dia dengan menekan keluarganya.

Ghosn ditangkap di Tokyo pada November 2018 dan menghadapi empat dakwaan, termasuk menyembunyikan pendapatan dan memperkaya diri sendiri melalui pembayaran ke dealer mobil di Timur Tengah. Tapi, dia menyangkal tuduhan itu.

Baca Juga: Nissan recall hampir 400.000 unit mobil di AS karena masalah sistem pengereman

Reuters melaporkan, Ghosn memegang kewarganegaraan Prancis, Lebanon, dan Brasil diselundupkan keluar dari Tokyo oleh perusahaan keamanan swasta beberapa hari yang lalu ke Lebanon, lewat rencana yang disusun selama tiga bulan.

Sebelum ke Libanon, pesawat jet pribadi yang membawa Ghosn sempat transit di Turki. Itu sebabnya, penyiar NTV, Kamis (2/1), melaporkan, kepolisian Turki menahan beberapa orang, setelah Kementerian Dalam Negeri meluncurkan penyelidikan terhadap Ghosn karena bisa transit di Turki.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×