kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Biden sebut Putin pembunuh, Rusia menuntut permintaan maaf Amerika


Kamis, 18 Maret 2021 / 16:48 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara peletakan bunga di Makam Pahlawan Tak Dikenal dekat Tembok Kremlin di Moskow, Rusia, Selasa (23/2/2021). Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Artur Chilingarov, anggota parlemen pro-Kremlin di Majelis Rendah, menyerukan "reaksi keras" dari Moskow, dalam wawancara dengan stasiun radio Ekho Moskvy.

Hubungan Rusia dengan Barat, yang sudah merana di posisi terendah pasca-Perang Dingin sejak 2014, mendapat tekanan baru atas pemenjaraan kritikus Kremlin Alexei Navalny oleh Rusia.

Rusia menolak tuntutan pembebasan Navalny oleh negara Barat sebagai campur tangan yang tidak bisa diterima dalam urusan dalam negerinya.

Amerika Serikat menyatakan, sedang mempersiapkan sanksi baru terhadap Rusia atas dugaan peretasan dan dugaan campur tangan dalam Pemilihan Presiden AS 2020.

Biden mengatakan kepada ABC News, "Anda akan segera melihatnya" ketika ditanya konsekuensi apa yang akan dihadapi Rusia atas dugaan perilakunya tersebut.

Selanjutnya: Perang lawan NATO, Swedia sebut Rusia bisa jadi pemenang dengan merebut Eropa Utara




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×