Bikin Ngeri, Robert Kiyosaki Beri Lebih Banyak Peringatan Buruk tentang Ekonomi AS

Rabu, 01 Juni 2022 | 22:50 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Bikin Ngeri, Robert Kiyosaki Beri Lebih Banyak Peringatan Buruk tentang Ekonomi AS

ILUSTRASI.


KONTAN.CO.ID - Investor kawakan Robert Kiyosaki pada Senin (30/5) mengeluarkan lebih banyak peringatan tentang ekonomi Amerika Serikat atau AS. 

Penulis buku laris Rich Dad Poor Dad ini mengungkapkan, kaum liberal dan pencinta lingkungan harus disalahkan atas pengurangan produksi minyak, sehingga menyebabkan inflasi.

Sementara, dia bilang, stimulus untuk pekerja tidak bekerja atau berdampak. 

Menurut Kiyosaki, inflasi membunuh peritel, bahkan perusahaan raksasa seperti Target dan Walmart. "Pembeli kehabisan uang," katanya di Twitter, Senin (30/5), seperti dikutip Bitcoin.com.

Baca Juga: Harga Bitcoin Makin Jatuh, Robert Kiyosaki Prediksi Kejatuhan Hingga Level Ini

"Saham/obligasi jatuh. Depresi dan kerusuhan sipil akan datang," ungkap dia. "Minyak sumber kehidupan peradaban".

Paul Christopher, Head of Global Market Strategy Wells Fargo Investment Institute, menyebutkan awal bulan ini, para peritel mulai mengungkapkan dampak daya beli konsumen yang terkikis akibat inflasi.

Sebelumnya, Kiyosaki memperingatkan tentang depresi yang akan segera terjadi. Pada April lalu, dia memberi peringatan tentang depresi dan hiperinflasi, menyarankan investor untuk membeli emas, perak, serta Bitcoin. 

"Kabar buruk. Depresi datang," kicaunya pada Jumat (27/5) pekan lalu.

Baca Juga: Kabar Buruk, Robert Kiyosaki Proyeksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Posisi Ini

Pada April, Kiyosaki menyatakan, obligasi adalah investasi paling berisiko dalam krisis global. "Tragisnya, investor rookie mengikuti saran rookie dari campuran 60 (saham) 40 (obligasi),” sebutnya.

Lalu, awal bulan ini, Kiyosaki mengaku tetap bullish dengan Bitcoin dan berencana untuk membeli lebih banyak BTC ketika menyentuh harga terendah. Dia memperkirakan, harga Bitcoin bisa jatuh ke US$ 9.000. 

Tapi, "Bitcoin adalah masa depan uang," tegasnya.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru