Bill Gates Masih Jadi Orang Terkaya ke-5 Dunia Meski Sudah Sumbang Rp 300 Triliun

Sabtu, 16 Juli 2022 | 16:50 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Bill Gates Masih Jadi Orang Terkaya ke-5 Dunia Meski Sudah Sumbang Rp 300 Triliun

ILUSTRASI. Bill Gates Masih Jadi Orang Terkaya ke-5 Dunia Meski Sudah Sumbang Rp 300 Triliun

KONTAN.CO.ID -  Miliarder asal Amerika Serikat (AS) Bill Gates telah menyumbangkan kekayaannya sebesar US$ 20 miliar atau setara Rp 300 triliun untuk dana filantropis.

Keputusan Bill Gates tersebut mengubah posisi orang terkaya dunia saat ini. Setelah mengumumkan sumbangan jumbo tersebut, kini nilai kekayaan Bil Gates langsung berkurang. Namun ia masih bertengger di posisi orang kelima terkaya dunia versi forbes real time billionaires per Jumat (15/7).

Bill Gates tercatat masih memiliki kekayaan sebesar US$ 103,0 miliar atau setara Rp 1.534 triliun. 

Sementara Warren Buffett yang juga rajin menyumbangkan kekayaannya akhir-akhir ini berada di posisi ketujuh orang terkaya dunia. Saat ini Warren Buffett memiliki kekayaan sebesar Rp 96,9 miliar atau setara Rp 1.430 triliun.

Sementara itu, posisi orang terkaya dunia saat ini masih dipegang CEO Tesla, Elon Musk dengan total nilai kekayaan sebesar US$ 230,4 miliar.

Baca Juga: Bill Gates Bersumpah untuk Keluar dari Daftar Orang Kaya Dunia

Kemudian disusul orang terkaya Eropa Bernard Arnault dengan nilai kekayaan US$ 147,2 miliar. Dan Founder Amazon Jeff Bezos berada diurutan ketiga dengan total kekayaan US$ 139,2 miliar. Orang terkaya Asia yakni Gautam Adani berada diperingkat keempat dengan total nilai kekayaan US$ 112,6 miliar.

Sebelum memberikan sumbangan jumbo, Bill Gates yang kini berada di posisi orang terkaya keempat di dunia.

Artinya posisinya turun satu tingkat kendati sudah menyumbang sebesar US$ 20 miliar. Bill Gates sebelumnya mengatakan bahwa dia memiliki "kewajiban" untuk mengembalikan sumber dayanya ke masyarakat. 

Bill Gates pertama kali berjanji untuk memberikan kekayaannya pada tahun 2010, tetapi kekayaan bersihnya meningkat lebih dari dua kali lipat sejak saat itu.

Kekayaan Bill Gates sebelum memberikan sumbangan sebesar US$ 118 miliar, menurut majalah Forbes. 

Dalam utas Twitter, Gates mengatakan yayasan Bill & Melinda Gates Foundation yang ia dirikan bersama mantan istrinya Melinda akan meningkatkan pengeluarannya dari US$ 6 miliar per tahun menjadi US$ 9 miliar pada tahun 2026 karena "kemunduran global" baru-baru ini termasuk pandemi, Ukraina, dan krisis iklim. 

Baca Juga: Nasihat Bill Gates di Tengah Ancaman Krisis Global yang Kian Dekat

"Saat saya melihat ke masa depan, saya berencana untuk memberikan hampir semua kekayaan saya ke yayasan," katanya.  

"Saya akan turun dan akhirnya keluar dari daftar orang terkaya di dunia," tegas Bill Gates seperti dilansir BBC News. 

"Saya memiliki kewajiban untuk mengembalikan sumber daya saya ke masyarakat dengan cara yang memiliki dampak terbesar untuk mengurangi penderitaan dan meningkatkan kehidupan. Dan saya berharap orang lain yang memiliki kekayaan besar dan hak istimewa akan melangkah pada saat ini juga," sambungya. 

Bill Gates Foundation bekerja di negara-negara untuk memberantas penyakit seperti Malaria, meningkatkan pendidikan dan mengatasi sanitasi yang buruk.  

Itu dianggap sebagai yayasan amal terbesar kedua di dunia pada tahun 2020, memegang aset US$ 49,8 miliar dan didukung oleh dermawan kaya lainnya seperti investor miliarder Warren Buffett. 

Baca Juga: Sukses di Teknologi, Bill Gates Kini Bertaruh Besar pada Investasi Lahan Pertanian

Meskipun yayasan telah melakukan pekerjaan yang baik, beberapa orang telah menyuarakan keprihatinan tentang etika usaha swasta yang memiliki pengaruh besar seperti itu. 

Yayasan tersebut adalah donor swasta terbesar untuk Organisasi Kesehatan Dunia, kedua setelah AS dengan sumbangan tahunannya pada tahun 2018. Kekhawatiran tentang hal ini menjadi lebih jelas setelah mantan Presiden Donald Trump mengancam akan menarik dana AS.

Bill Gates memegang gelar Forbes sebagai orang terkaya di dunia antara 1995 dan 2010, dan sekali lagi dari 2013 hingga 2017. Pendiri Amazon Jeff Bezos menjatuhkannya dari posisi teratas pada tahun 2017 sebelum kepala eksekutif Tesla Elon Musk mengambil posisi terdepan pada tahun 2022.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru