kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Bisa jadi IPO terbesar, Ant Financial siap melantai di dua negara


Senin, 20 Juli 2020 / 19:49 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Employees are seen at the reception desk of Ant Financial Services Group, Alibaba's financial affiliate, at its headquarters in Hangzhou, Zhejiang province, China January 24, 2018. Picture taken January 24, 2018. REUTERS/Shu Zhang/File Photo


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Ant Group menargetkan dapat meningkatkan valuasinya menjadi US$ 200 miliar melalui aksi melantai di Bursa Shanghai, dan Hong Kong. Rencana ini diprediksi akan jadi aksi initial public offering (IPO) terbesar tahun ini.

Sumber Bloomberg, Senin (20/7) bilang aksi IPO ganda Ant bakal melampaui nilai IPO terbesar yang sebelumnya dikumpulkan Aramco senilai US$ 29 miliar. Aksi IPO ganda sejatinya mulai ditinggalkan oleh sejumlah perusahaan asal Cina lantaran kompleksitas, dan sejumlah regulasi yang ketat.

Baca Juga: Trump, Biden offer clashing visions on reopening economy

Meski belum terdaftar di bursa saham, valuasi Ant sejatinya ditaksir telah melampaui sejumlah perusahaan di Wall Street. Dalam seri pendanaan terakhir, Ant tercatat memiliki valuasi US$ 150 miliar, dan menghasilkan profit hingga US$ 2 miliar tahun lalu.

Bisnis Ant yang dimulai dari segmen pembayaran digital pun mulai terdiversifikasi ke ranah konsumer, dan layanan teknologi seperti komputasi awan, kecerdasan buatan, blockchains, hingga kontrol risiko. Ant kini juga memiliki misi buat memiliki fungsi intermediasi macam bank, dan telah bekerja sama dengan sejumlah merek terkenal macam KFC Holding Co, dan Marriott INternational Inc.

Meski demikian, CEO Ant Simon Hu mengaku bakal mempertahankan bisnis pembayaran digitalnya. Di Cina dengan nilai pasar segmen US$ 29 triliun, platformo pembayaran Ant yaitu Alipay menguasai 55,1% pangsa pasar, 389% dikuasai oleh Tencent.

Baca Juga: Inggris Siap Tangguhkan Perjanjian Ekstradisi Hong Kong




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×