Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Di sisi lain, sejumlah pejabat Partai Republik di Amerika Serikat justru menuding perusahaan seperti BlackRock terlalu menonjolkan isu iklim dalam keputusan investasi.
Tekanan dari kedua kubu tersebut membuat BlackRock dan sejumlah pesaingnya mengembangkan mekanisme yang memungkinkan investor memberikan arahan langsung terkait penggunaan hak suara, sehingga tanggung jawab tidak sepenuhnya berada di tangan tim tata kelola perusahaan.
Sorotan terhadap rekam jejak keberlanjutan BlackRock bukan hanya datang dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Dana Pensiun Bank Mandiri: SRBI Menarik sebagai Instrumen Investasi Jangka Pendek
Pada September tahun lalu, dana pensiun Belanda PFZW menghentikan investasi pada sejumlah produk saham yang dikelola BlackRock karena menilai rekam jejak pemungutan suara perusahaan itu dalam isu keberlanjutan tidak memadai.
Meski demikian, BlackRock optimistis dapat mempertahankan kepercayaan Kota New York.
Perusahaan tersebut menegaskan hubungan kerja sama yang telah terjalin lama dan berharap tetap dapat mengelola dana pensiun para pegawai publik kota, termasuk polisi, pemadam kebakaran, guru, dan pekerja sektor publik lainnya.
Kendati proses tender kembali dibuka, para pemenang nantinya tetap wajib memenuhi standar iklim yang telah ditetapkan dana pensiun Kota New York.
Baca Juga: Zohran Mamdani Akan Dilantik Jadi Wali Kota New York di Malam Tahun Baru
Dengan demikian, selain bersaing dari sisi kinerja investasi, para manajer aset juga harus mampu menunjukkan komitmen terhadap target keberlanjutan yang menjadi prioritas investor institusi tersebut.













