kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Terluka dan 150.000 Warga Dievakuasi


Selasa, 28 Juli 2026 / 17:21 WIB
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Terluka dan 150.000 Warga Dievakuasi
ILUSTRASI. Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Jepang bagian selatan pada Selasa (28/7/2026). (DOK/AFP)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – TOKYO. Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Jepang bagian selatan pada Selasa (28/7/2026). Gempa tersebut menyebabkan ribuan rumah mengalami pemadaman listrik, merusak infrastruktur jalan, serta mengakibatkan sedikitnya 50 orang terluka.

Pemerintah Jepang masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat gempa tersebut.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengatakan pemerintah telah menerima laporan mengenai korban luka serta berbagai kerusakan yang terjadi di wilayah terdampak.

"Kami telah menerima laporan bahwa sejumlah orang mengalami luka-luka. Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di beberapa wilayah. Selain itu, terdapat kerusakan pada jalan dan jembatan serta runtuhnya sejumlah bangunan," ujar Takaichi kepada wartawan di kantornya di Tokyo.

Baca Juga: Bursa Asia Anjlok ke Level Terendah Tiga Bulan, Rupiah Dekati Rekor Terlemah

Lembaga penyiaran publik NHK melaporkan satu rumah sakit telah menangani lebih dari 50 korban luka. Sementara itu, harian Nikkei menyebut beberapa penumpang kereta cepat (shinkansen) juga mengalami cedera saat gempa terjadi.

Pusat Perbelanjaan hingga Bangunan Terbakar

Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk sebuah pusat perbelanjaan Aeon yang menurut NHK mengalami ledakan. Tayangan televisi juga memperlihatkan beberapa bangunan lain terbakar maupun mengalami keruntuhan sebagian.

Hingga berita ini ditulis, pihak Aeon belum memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi tersebut.

Kerusakan juga terlihat pada infrastruktur transportasi. Retakan besar muncul di sejumlah jalan utama, termasuk jalan layang, sementara satu kereta barang dilaporkan keluar dari rel.

Akibatnya, layanan kereta api dihentikan sementara dan sejumlah penerbangan dibatalkan maupun dialihkan.

TSMC, Sony, dan Fujifilm Evakuasi Karyawan

Perusahaan semikonduktor terbesar di dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), mengevakuasi para pekerjanya dari fasilitas produksi di wilayah terdampak sebagai langkah pencegahan.

Menurut laporan Nikkei, Sony dan Fujifilm juga mengevakuasi karyawan dari pabrik mereka di kawasan tersebut. Sony sebelumnya menyatakan masih memeriksa kondisi fasilitas dan dampak gempa.

Baca Juga: Saham LVMH Turun, Pemulihan Bisnis Louis Vuitton dan Dior Dinilai Belum Meyakinkan

Badan Penanggulangan Bencana Jepang menyatakan lebih dari 150.000 warga telah diminta menuju pusat-pusat evakuasi.

Pejabat Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengingatkan masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan terkuat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang kuat selama sekitar satu pekan ke depan. Selain itu, terdapat risiko tanah longsor akibat kondisi pascagempa.

Kereta Cepat Berhenti Beroperasi, Bandara Ditutup

Jepang merupakan salah satu negara dengan aktivitas gempa tertinggi di dunia. Negara ini mengalami guncangan setidaknya setiap lima menit dan berada di kawasan Ring of Fire, jalur cincin api Pasifik yang menjadi lokasi pertemuan lempeng tektonik aktif. Sekitar 20% gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 atau lebih di dunia terjadi di Jepang.

Pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan darurat gempa untuk Prefektur Kumamoto, Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, dan Miyazaki yang berada di Pulau Kyushu.

JMA sempat mengeluarkan peringatan tsunami dengan potensi gelombang setinggi sekitar 1 meter. Namun, peringatan tersebut kemudian dicabut setelah evaluasi lebih lanjut.

Perusahaan listrik Kyushu Electric Power melaporkan sekitar 40.000 rumah mengalami pemadaman listrik akibat gempa.

Operator kereta JR Kyushu menghentikan seluruh layanan, termasuk kereta cepat shinkansen. Bandara Kumamoto juga menutup landasan pacunya sehingga sejumlah maskapai harus mengalihkan maupun membatalkan penerbangan.

Baca Juga: Zidane Resmi Jadi Pelatih Timnas Prancis, Gantikan Didier Deschamps

Di sektor telekomunikasi, operator KDDI dan Docomo melaporkan gangguan layanan telepon seluler akibat pemadaman listrik dan kerusakan jaringan transmisi.

Sementara itu, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang menyatakan tidak ditemukan kondisi abnormal di pembangkit listrik tenaga nuklir yang berada di kawasan terdampak.

Mengingat Gempa Besar Kumamoto 2016

Gempa besar yang melanda Kumamoto sekitar 10 tahun lalu menewaskan 275 orang dan menyebabkan 2.739 lainnya mengalami luka-luka, menurut data resmi pemerintah Jepang. Bencana tersebut juga merusak ribuan bangunan, termasuk Kastil Kumamoto yang menjadi salah satu destinasi wisata utama di kota tersebut.

Akibat gempa terbaru, sebagian dinding batu Kastil Kumamoto kembali dilaporkan runtuh, menurut pejabat pengelola kastil. Meski demikian, otoritas masih terus melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tingkat kerusakan di kawasan bersejarah tersebut.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×