kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Saham LVMH Turun, Pemulihan Bisnis Louis Vuitton dan Dior Dinilai Belum Meyakinkan


Selasa, 28 Juli 2026 / 16:41 WIB
Saham LVMH Turun, Pemulihan Bisnis Louis Vuitton dan Dior Dinilai Belum Meyakinkan
ILUSTRASI. Logo LVMH (REUTERS/Abdul Saboor)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham raksasa barang mewah asal Prancis, LVMH, melemah pada perdagangan Selasa (28/7/2026) setelah laporan keuangan kuartal II dinilai belum cukup meyakinkan investor bahwa pemulihan bisnis fesyen dan produk kulitnya benar-benar telah dimulai.

Mengutip Reuters, saham LVMH turun sekitar 1,3% setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan penjualan pertama dalam dua tahun untuk divisi fesyen dan produk kulit, namun masih berada di bawah ekspektasi analis.

Baca Juga: Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Italia Hadapi Krisis Tim Nasional

LVMH, pemilik merek-merek mewah seperti Louis Vuitton, Dior, dan Moët & Chandon, mencatat penjualan organik divisi fesyen dan produk kulit naik 1% menjadi 8,90 miliar euro pada kuartal II.

Meski menjadi pertumbuhan kuartalan pertama dalam dua tahun, capaian tersebut masih di bawah perkiraan analis yang memperkirakan kenaikan 1,7%.

"Semua perhatian tertuju pada divisi fesyen dan produk kulit," kata seorang pelaku pasar setelah laporan keuangan dirilis.

Pemulihan masih dipertanyakan

Secara keseluruhan, LVMH membukukan pertumbuhan penjualan organik sebesar 3% pada kuartal II.

Baca Juga: Dolar AS Bertahan Dekat Puncak 4 Pekan, Pasar Menanti Keputusan The Fed

Kinerja tersebut ditopang oleh lonjakan 11% pada divisi jam tangan dan perhiasan, yang menjadi unit bisnis dengan pertumbuhan tercepat perusahaan.

Namun, hasil tersebut belum mampu menghapus keraguan investor mengenai prospek industri barang mewah global.

Saham LVMH saat ini diperdagangkan di dekat level terendah dalam enam tahun dan telah kehilangan sekitar 30% nilainya sepanjang tahun ini, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap lambatnya pemulihan permintaan produk mewah.

Analis UBS menilai hasil tersebut tergolong cukup baik, tetapi belum cukup kuat untuk mengubah pandangan pasar.

"Hasilnya cukup baik, tetapi kecil kemungkinan mengubah perdebatan mengenai prospek sektor ini," tulis analis UBS dalam catatan kepada klien.

Sejumlah lembaga keuangan seperti RBC, Morgan Stanley, dan UBS juga memangkas target harga saham LVMH setelah laporan keuangan tersebut.

Sementara itu, analis Morningstar, Jelena Sokolova, mengatakan tren bisnis mulai menunjukkan perbaikan, meski LVMH masih tertinggal dibandingkan beberapa pesaingnya.

"Walaupun kinerja terbaru mengecewakan, hal itu tidak mengejutkan mengingat kondisi pasar saat ini. Dalam jangka panjang kami tetap meyakini LVMH berada pada posisi yang baik untuk kembali mengungguli pertumbuhan industri," ujarnya.

Baca Juga: India Bidik 25% Impor LPG dari AS demi Kurangi Ketergantungan Timur Tengah

Wisata dan konflik Timur Tengah ikut memengaruhi

LVMH juga menyebut belanja wisatawan di Eropa terdampak oleh konflik antara Israel dan Iran. Kondisi tersebut mengurangi permintaan di kawasan yang sebelumnya banyak menikmati belanja dari wisatawan internasional.

Strategis industri barang mewah Rafael Carlesso menilai pertumbuhan divisi fesyen lebih banyak ditopang oleh kenaikan harga dan disiplin pengendalian biaya dibandingkan peningkatan permintaan yang nyata.

"Disiplin biaya memiliki batas, sedangkan daya tarik merek adalah sumber pertumbuhan yang berkelanjutan," katanya.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah Sepekan, Ini Pemicunya

Di sisi lain, divisi minuman anggur dan minuman beralkohol LVMH membukukan pertumbuhan organik 5%, sedangkan divisi jam tangan dan perhiasan mencatat pertumbuhan tercepat pada kuartal tersebut.

Sentimen positif itu turut mengangkat saham produsen minuman beralkohol seperti Pernod Ricard, Diageo, dan Rémy Cointreau, yang naik antara 1% hingga 2,4%.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×