kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   0,00   -0.00%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Bom bunuh diri di bandara Kabul tewaskan 12 tentara AS, Pentagon: Ancaman tetap ada


Jumat, 27 Agustus 2021 / 04:47 WIB
Bom bunuh diri di bandara Kabul tewaskan 12 tentara AS, Pentagon: Ancaman tetap ada
ILUSTRASI. Evakuasi korban ledakan di dekat Bandara Kabul, Afghanistan (26/8/2021).

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Sebuah serangan bom bunuh diri kembar di Kabul yang diklaim oleh Islamic State (ISIS) menewaskan 12 tentara Amerika Serikat dan melukai 15 lainnya pada Kamis (26/8). Seorang jenderal tinggi AS menambahkan, pasukan AS mengantisipasi lebih banyak serangan bahkan ketika evakuasi berlanjut dari Afghanistan.

Mengutip Reuters, Jumat (27/8), serangan ini menandai korban militer AS pertama di Afghanistan sejak Februari 2020 dan merupakan insiden paling mematikan bagi pasukan Amerika di Afghanistan dalam satu dekade.

Setidaknya dua ledakan menghancurkan kerumunan yang memadati gerbang Bandara Internasiona Hamid Karzai untuk meninggalkan Afghanistan sejak Taliban merebut kekuasaan hampir dua pekan lalu. Orang-orang berbondong-bondong meninggalkan Afghanistan menjelang tenggat waktu penarikan pasukan AS setelah dua dekade oleh Presiden AS Joe Biden pada 31 Agustus.

Dalam sebuah pernyataan, ISIS mengaku bertanggung jawab dan mengatakan salah satu pelaku bom bunuh diri menargetkan "penerjemah dan kolaborator dengan tentara Amerika."

Baca Juga: AS berjanji menekan Taliban untuk mengizinkan evakuasi warga melewati 31 Agustus 2021

Jenderal Korps Marinir Frank McKenzie, kepala Komando Pusat militer AS, mengatakan dalam jumpa pers bahwa ledakan itu diikuti dengan baku tembak. McKenzie mengatakan ancaman dari ISIS tetap ada di samping "aliran ancaman aktif lainnya."

"Kami percaya itu adalah keinginan mereka untuk melanjutkan serangan ini dan kami berharap serangan itu berlanjut - dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk bersiap," kata McKenzie.

McKenzie menambahkan, potensi serangan di masa depan dapat mencakup roket yang ditembakkan ke bandara atau bom mobil yang mencoba masuk. McKenzie mengatakan dia tidak melihat apa pun yang akan meyakinkannya bahwa pasukan Taliban telah membiarkan serangan itu terjadi.

Para pejabat AS mengatakan satu bom diledakkan di dekat Gerbang Biara bandara dan yang lainnya dekat dengan Hotel Baron di dekatnya.

Berkejaran dengan waktu

Sebuah pengangkutan udara besar-besaran dari AS dan warga negara asing lainnya dan keluarga mereka serta beberapa warga Afghanistan telah berlangsung sejak sehari sebelum pasukan Taliban merebut Kabul pada 15 Agustus, membatasi kemajuan cepat di seluruh negeri ketika pasukan Amerika dan sekutu mundur.




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×