kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Bos JPMorgan Bantah Rumor Ditunjuk Trump Jadi Ketua The Fed


Minggu, 18 Januari 2026 / 13:38 WIB
Bos JPMorgan Bantah Rumor Ditunjuk Trump Jadi Ketua The Fed
ILUSTRASI. Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase ( REUTERS/Brian Snyder)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. CEO JPMorgan Chase & Co., Jamie Dimon, pada Sabtu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah diminta untuk menjabat sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed).

Pernyataan ini disampaikan beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah laporan yang menyebutkan bahwa ia telah menawarkan posisi tersebut kepada Dimon.

Sebelumnya pada pekan ini, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump sempat menawarkan untuk menominasikan Dimon sebagai Ketua The Fed. Namun, media tersebut juga menambahkan bahwa bos JPMorgan itu menganggap tawaran tersebut sebagai sebuah candaan.

Trump kemudian membantah laporan tersebut melalui unggahan di Truth Social pada Sabtu, dan JPMorgan selanjutnya menguatkan pernyataan presiden.

“Tidak ada tawaran pekerjaan,” kata Dimon dalam sebuah pernyataan resmi.

Baca Juga: Bowman: Pasar Tenaga Kerja AS Rapuh, The Fed Perlu Siap Pangkas Suku Bunga Lagi

Dalam surel kepada Reuters, juru bicara JPMorgan, Trish Wexler, mengatakan bahwa dirinya seharusnya “lebih waspada” dalam mengoreksi laporan The Wall Street Journal sebelum dipublikasikan.

Trump pada Sabtu juga mengunggah pernyataan bahwa ia berencana menggugat JPMorgan dalam dua pekan ke depan atas dugaan “debanking”, yakni penutupan akses perbankan terhadap dirinya, menyusul serangan 6 Januari 2021 ke Gedung Capitol AS oleh para pendukungnya.

Wexler menyatakan bahwa pihak bank tidak akan membahas klien tertentu, namun menegaskan bahwa JPMorgan meyakini “tidak ada akun yang seharusnya ditutup karena keyakinan politik atau agama.”

“Kami mengapresiasi langkah pemerintahan ini dalam menangani isu debanking bermotif politik dan kami mendukung upaya tersebut,” ujar Wexler.

Dimon, yang dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di Wall Street, sebelumnya telah menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Trump.

Baca Juga: Donald Trump Tidak Punya Rencana Pecat Ketua The Fed Jerome Powell

Pada awal pekan ini, Dimon menyatakan dukungannya terhadap independensi The Fed, beberapa hari setelah Departemen Kehakiman AS membuka penyelidikan pidana terhadap Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei mendatang.

Dimon bersama para eksekutif puncak JPMorgan juga menentang usulan pemerintahan Trump terkait pembatasan suku bunga kartu kredit maksimal 10%. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi menyebabkan jutaan rumah tangga kehilangan akses terhadap kredit.

Sementara itu, dalam wawancara dengan Reuters pada Rabu, Trump mengisyaratkan bahwa ia cenderung akan menominasikan penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett atau mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya.

Selanjutnya: Link Live Streaming AC Milan vs Lecce di Liga Italia Serie A Pekan 21

Menarik Dibaca: 10 Manfaat Konsumsi Tape Singkong untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui




TERBARU

[X]
×