kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Buat cegat serangan udara Houthi, AS jual rudal US$ 650 juta ke Arab Saudi


Jumat, 05 November 2021 / 14:39 WIB
Buat cegat serangan udara Houthi, AS jual rudal US$ 650 juta ke Arab Saudi
ILUSTRASI. Foto yang diambil dari video yang didistribusikan stasiun televisi pro-Houthi Al Masirah pada 5 November 2017, menunjukkan apa yang dikatakan sebagai peluncuran rudal balistik oleh Houthi ke Bandara Raja Khaled Riyadh, Arab Saudi.


Sumber: Al Jazeera | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. AS menyetujui penjualan rudal udara-ke-udara senilai US$ 650 juta ke Arab Saudi, Pentagon mengumumkan, dalam apa yang akan menjadi kesepakatan senjata besar pertama Pemerintahan Joe Biden dengan Riyadh.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (4/11), Pentagon alias Departemen Pertahanan AS mengatakan, Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan untuk membantu Arab Saudi melawan ancaman saat ini dan masa depan.

"Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS, dengan membantu meningkatkan keamanan negara sahabat yang terus menjadi kekuatan penting bagi kemajuan politik dan ekonomi di Timur Tengah," kata Pentagon, seperti dikutip Al Jazeera.

Pentagon menambahkan, perusahaan senjata Raytheon yang berbasis di Massachusetts akan menjadi “kontraktor utama” untuk penjualan AIM-120C-7/C-8 Advanced Medium Range Air-to-Air Missiles (AMRAAM) dan peralatan terkait.

Baca Juga: Tak pedulikan sanksi AS, Houthi tetap akan lancarkan serangan ke negara koalisi Arab

Penjualan itu terjadi beberapa bulan setelah Presiden Joe Biden mengatakan, dia akan mengakhiri dukungan AS untuk "operasi ofensif" Arab Saudi di Yaman, termasuk "penjualan senjata yang relevan".

Biro Urusan Politik-Militer Departemen Luar Negeri AS menjelaskan dalam serangkaian tweet pada Kamis, rudal itu “tidak digunakan untuk menyerang target darat”.

“Kami telah melihat peningkatan serangan lintas batas terhadap Arab Saudi selama setahun terakhir,” sebut Biro Urusan Politik-Militer Departemen Luar Negeri AS.

“Rudal AIM-120C Arab Saudi, yang dikerahkan dari pesawat Arab Saudi, telah berperan penting dalam mencegat serangan ini yang juga (menempatkan) pasukan AS dalam risiko dan lebih dari 70.000 warga AS di Kerajaan dalam risiko”.

Baca Juga: Amerika dominasi penjualan senjata global, Arab Saudi sebagai pelanggan utama




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×