Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Google Gemini menjadi platform kecerdasan buatan (AI) dengan tingkat kepuasan pengguna tertinggi dalam survei American Customer Satisfaction Index (ACSI) 2026. Gemini meraih skor 76 dari skala 100, mengungguli Microsoft Copilot, ChatGPT, Claude, Grok, dan Perplexity AI.
Hasil tersebut berasal dari studi perdana ACSI yang secara khusus mengukur kepuasan pelanggan terhadap platform AI. Survei melibatkan 2.711 orang dewasa di Amerika Serikat dengan data yang dikumpulkan pada Maret 2026.
Mengutip laporan resmi ACSI, Gemini menempati posisi teratas dengan skor 76. Microsoft Copilot menyusul dengan skor 74. Sementara itu, ChatGPT besutan OpenAI dan Claude dari Anthropic berbagi posisi berikutnya dengan skor 73.
Grok dan Perplexity AI berada di urutan terbawah dengan skor masing-masing 71.
Baca Juga: Doha Jadi Kota Paling Aman di Dunia 2026, Ini Daftar 10 Besarnya
Daftar AI dengan kepuasan pengguna tertinggi
Berikut peringkat enam platform AI berdasarkan skor ACSI 2026:
| Platform AI | Skor kepuasan |
|---|---|
| Google Gemini | 76 |
| Microsoft Copilot | 74 |
| Claude | 73 |
| ChatGPT | 73 |
| Grok | 71 |
| Perplexity AI | 71 |
ACSI menggunakan skala penilaian 0 hingga 100. Dengan demikian, selisih skor antara Gemini sebagai pemimpin dan Grok serta Perplexity sebagai platform dengan nilai terendah hanya lima poin.
Rentang skor yang relatif sempit ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan keenam layanan AI tersebut tidak terpaut jauh. Gemini memang berada di posisi pertama, tetapi hasil survei tidak menunjukkan dominasi mutlak atas seluruh pesaingnya.
Baca Juga: Produksi Batubara China Capai 361,82 Juta di Agustus 2026, Turun 7,7%
Bukan berarti Gemini paling pintar
Skor ACSI perlu dibaca sebagai ukuran pengalaman dan kepuasan pelanggan, bukan peringkat kemampuan teknis model AI.
Dalam studi ini, ACSI menilai sejumlah aspek pengalaman pengguna, antara lain kemampuan menangani tugas kompleks, tampilan dan kemudahan antarmuka, keakuratan keluaran, kepercayaan terhadap platform, personalisasi, integrasi perangkat lunak dan data, serta keamanan dan privasi data.
Secara keseluruhan, skor kepuasan industri platform AI berada di angka 73.
Artinya, skor 76 yang diraih Gemini menunjukkan bahwa pengguna yang disurvei memberikan penilaian pengalaman lebih baik dibandingkan platform lain dalam kelompok tersebut.
Namun, angka tersebut tidak otomatis membuktikan Gemini lebih unggul dalam coding, matematika, penalaran, penulisan, atau penggunaan berbagai alat AI.
Apabila keenam platform dibandingkan menggunakan benchmark teknis tertentu, hasilnya bisa berbeda. ACSI mengukur customer satisfaction, bukan kemampuan model melalui pengujian teknis.
Pengguna AI berbayar lebih puas
Survei ACSI juga menunjukkan bahwa pengguna layanan AI premium cenderung memberikan skor kepuasan lebih tinggi.
Di kelompok pelanggan berbayar, Gemini kembali menduduki posisi pertama dengan skor 82. ChatGPT menempati posisi kedua dengan skor 80.
Perplexity AI menjadi platform dengan skor terendah dalam kelompok premium yang disebutkan, yakni 74.
Sebagai perbandingan, skor ChatGPT secara keseluruhan tercatat 73. Setelah dipisahkan berdasarkan layanan premium, skor ChatGPT meningkat menjadi 80.
Berikut perbandingan skor layanan AI premium yang tercantum dalam laporan ACSI:
| Platform AI | Skor premium |
|---|---|
| Google Gemini | 82 |
| ChatGPT | 80 |
| Perplexity AI | 74 |
Temuan ini mengindikasikan bahwa pelanggan yang membayar layanan AI memberikan penilaian lebih positif terhadap pengalaman penggunaan. Meski demikian, skor tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa seluruh fitur premium otomatis lebih baik dalam setiap jenis pekerjaan.
Tonton: Suahasil Jadi Menkeu, Ini Arahan Khusus Prabowo: APBN Harus Sehat dan Kredibel
Adopsi AI belum merata di Amerika Serikat
Di tengah perkembangan teknologi AI, survei ACSI menemukan bahwa penggunaan layanan tersebut belum merata di kalangan masyarakat Amerika Serikat.
Sebanyak 56% responden menyatakan tidak memiliki pengalaman menggunakan platform AI dalam waktu dekat. Dengan demikian, sekitar 44% responden tercatat baru-baru ini menggunakan AI.
Namun, di antara masyarakat yang telah menggunakan AI, frekuensi pemakaiannya cukup tinggi.
Laporan resmi ACSI menyebutkan bahwa 52% pengguna AI mengakses layanan tersebut setidaknya sekali sehari. Sementara itu, 25% lainnya menggunakan AI setiap beberapa hari.
Temuan ini menggambarkan pola adopsi yang tidak seragam. Sebagian masyarakat belum menggunakan AI secara rutin, sedangkan kelompok yang sudah mengadopsinya mulai menjadikan teknologi tersebut sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Bukan Ronaldo atau Messi, Pesepak Bola Terkaya Ini Tanpa Klub di Usia 28 Tahun
Masyarakat terbelah soal masa depan AI
Selain mengukur kepuasan terhadap platform, ACSI turut melihat pandangan masyarakat mengenai masa depan AI.
Hasil survei menunjukkan, 21% responden memiliki pandangan sangat positif terhadap masa depan AI. Di sisi lain, persentase yang sama, yakni 21%, mengaku sangat khawatir terhadap konsekuensi teknologi tersebut.
Adapun 58% responden berada di tengah-tengah kedua pandangan ekstrem tersebut.
Kekhawatiran terbesar masyarakat bukan hanya soal pekerjaan. Sebanyak 43% responden menyebut berkurangnya interaksi antarmanusia sebagai kekhawatiran utama.
Kekhawatiran mengenai kehilangan pekerjaan bagi generasi mendatang berada di angka 37%, sedangkan risiko kehilangan pekerjaan sendiri mencapai 31%.
Data ini menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya menghadirkan peluang peningkatan produktivitas, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai hubungan sosial, keamanan data, dan dampak jangka panjang terhadap masyarakat.
Jadi, survei ACSI 2026 menempatkan Google Gemini sebagai platform AI dengan kepuasan pelanggan tertinggi, mengungguli ChatGPT dan empat layanan AI lainnya.
Namun, perbedaan skor yang hanya lima poin memperlihatkan persaingan pengalaman pengguna yang cukup ketat.
Hasil tersebut juga tidak dapat diartikan sebagai bukti bahwa Gemini merupakan AI paling unggul untuk seluruh kebutuhan teknis. Untuk menilai kemampuan coding, matematika, penalaran, maupun penulisan, diperlukan pengujian dengan benchmark yang sesuai.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/09/14/16020087/bukan-chatgpt-atau-claude-ini-ai-paling-memuaskan-di-2026-menurut-survei?page=all#page2.














