kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.865   7,00   0,04%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Bukan Lagi Operasi Militer Khusus, Kata Perang Semakin Sering Digaungkan di Rusia


Sabtu, 10 Juni 2023 / 08:59 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin kini lebih sering menggunakan kata perang ketimbang operasi militer khusus. Sputnik/Gavriil Grigorov/Kremlin via REUTERS 


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Transkrip Kremlin menunjukkan bahwa Putin baru-baru ini berulang kali menggunakan kata tersebut sehubungan dengan apa yang dia katakan sebagai informasi dan sanksi "perang" yang dilancarkan oleh Barat melawan Rusia serta menyalahkan Ukraina atas konflik yang kini meluas.

Tahun lalu, dia jarang menggunakan istilah itu.

Ketika dia mengklaim empat wilayah Ukraina sebagai bagian dari Rusia pada bulan September, dia menggambarkan konflik tersebut sebagai perang. Pada bulan Oktober, dia mengatakan bahwa Barat "menghasut perang", dan pada bulan Desember bahkan lebih eksplisit, berbicara tentang "perang ini".

Hal itu mendorong Nikita Yuferev, seorang anggota dewan di St Petersburg, untuk mengajukan keluhan. Itu tidak berhasil, kata Yuferev, bersama dengan keluhan terhadap penggunaan kata itu oleh pejabat lain.

"Cepat atau lambat kita akan sampai pada titik di mana semua orang menyebutnya perang dan mengakuinya sebagai perang," kata Yuferev kepada Reuters. "Dan perang bisa berarti darurat militer, mobilisasi ekonomi, mobilisasi militer dan pasukan cadangan."




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×