kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.862   -33,87   -0,57%
  • KOMPAS100 760   -4,74   -0,62%
  • LQ45 579   -4,71   -0,81%
  • ISSI 203   0,06   0,03%
  • IDX30 329   -2,57   -0,77%
  • IDXHIDIV20 404   -3,72   -0,91%
  • IDX80 86   -0,50   -0,58%
  • IDXV30 109   -0,56   -0,51%
  • IDXQ30 106   -0,95   -0,89%

Bukan Main! Korsel Bangun Mega Klaster AI, Nilai Investasi Tembus 1.000 Triliun Won


Senin, 29 Juni 2026 / 08:39 WIB
Bukan Main! Korsel Bangun Mega Klaster AI, Nilai Investasi Tembus 1.000 Triliun Won
ILUSTRASI. AI-HEALTHCARE/SURVEY (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Korea Selatan bersiap meluncurkan tiga "proyek mega" untuk memacu fase pertumbuhan ekonomi berikutnya.

Proyek ini mencakup pembangunan pusat (hub) semikonduktor baru di wilayah barat daya yang diperkirakan media lokal dapat menarik investasi dari Samsung dan SK senilai ratusan miliar dolar AS selama beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Harga Emas Meredup Senin (29/6), Pasar Cermati Konflik AS-Iran dan Prospek Suku Bunga

Pengumuman ini menandai langkah paling berani dari Presiden Lee Jae Myung dalam menyelaraskan ambisi Korea Selatan di bidang kecerdasan buatan (AI) dan industri chip.

Langkah ini juga diambil guna memenuhi janjinya untuk memperkecil ketimpangan regional serta menghidupkan kembali perekonomian di luar kawasan metropolitan Seoul.

Menurut keterangan dari kantor kepresidenan, Presiden Lee akan memimpin langsung acara yang mengusung tema lompatan besar nasional ("great leap") tersebut.

Sejumlah kementerian terkait, mulai dari kementerian industri, sains, iklim, hingga transportasi, dijadwalkan hadir untuk memaparkan rincian dukungan kebijakan pemerintah.

Raksasa teknologi Samsung Electronics dan SK diharapkan segera memaparkan rencana investasi mereka.

Media lokal melaporkan bahwa pimpinan tertinggi kedua perusahaan, Jay Y. Lee dan Chey Tae-won, masuk dalam daftar pemimpin bisnis yang akan menghadiri acara tersebut.

Selain itu, perwakilan dari perusahaan besar lain seperti LG Electronics, HD Hyundai Robotics, Korea Electric Power Corp (KEPCO), dan Korea Water Resources Corp juga dipastikan hadir.

Baca Juga: Messi vs Ronaldo di Piala Dunia 2026: Siapa yang Lebih Unggul di Fase Grup?

Fokus pada Tiga Sektor Utama dan Infrastruktur Baru

Kantor Kepresidenan menyatakan paket kebijakan ini akan mencakup tiga sektor utama: semikonduktor, pusat data AI (AI data centres), serta AI fisik termasuk robotika.

Melalui unggahan di media sosialnya, Presiden Lee mengisyaratkan bahwa klaster chip baru ini akan ditempatkan di wilayah barat daya yang selama ini kurang berkembang, termasuk wilayah Gwangju dan Provinsi Jeolla Selatan.

Media lokal melaporkan total rencana investasi kumulatif ini diperkirakan dapat melampaui 1.000 triliun won atau sekitar US$ 651,41 miliar dalam beberapa tahun mendatang.

Sebagai informasi, Korea Selatan merupakan rumah bagi Samsung Electronics dan SK Hynix, dua produsen chip memori terbesar di dunia. Produk chip High-Bandwidth Memory (HBM) buatan mereka menjadi komponen krusial dalam persaingan global untuk membangun sistem AI tingkat lanjut.

Saat ini, kedua perusahaan tersebut mengoperasikan sebagian besar fasilitas produksi semikonduktor utama mereka di dalam dan sekitar area metropolitan Seoul.

Guna mendukung proyek jumbo ini, pemerintah Korea Selatan juga akan memperinci langkah-langkah dukungan ekstensif yang mencakup penyediaan pasokan listrik, air, lahan, infrastruktur pendukung, pelatihan tenaga kerja, hingga fasilitas perumahan.

Baca Juga: Di Tengah Tekanan China, Perwira Penjaga Pantai Taiwan Andalkan Kekuatan Spiritual

Strategi Bertahan Hidup vs Kritik Politik

Melalui serangkaian unggahan di platform X pada akhir pekan, Presiden Lee membela rencana pembangunan hub chip di wilayah barat daya tersebut dari berbagai kritik yang menyebut proyek ini bermuatan politis atau menguntungkan basis massa liberal semata.

Ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan "strategi bertahan hidup nasional" untuk mengatasi ketimpangan regional sekaligus memperluas kapasitas produksi di era AI.

"Penciptaan ekosistem industri semikonduktor di (wilayah barat daya) bukanlah keistimewaan yang diberikan untuk wilayah tertentu," tulis Lee dalam salah satu unggahannya.

"Ini adalah langkah pembentukan pusat industri semikonduktor yang paling rasional melalui keputusan perusahaan-perusahaan terkait dengan dukungan penuh dari pemerintah."

Meski demikian, para pakar industri mengingatkan adanya tantangan besar. Diversifikasi investasi chip ke luar Seoul dinilai dapat mengurai hambatan infrastruktur di ibu kota, tetapi pembangunan pabrik (fab) mutakhir memerlukan pasokan listrik dan air yang sangat besar, logistik canggih, jaringan pemasok yang mendalam, serta tenaga kerja ahli—faktor-faktor yang mungkin tidak dapat disediakan dengan cepat di wilayah baru demi memenuhi lonjakan permintaan AI.

Baca Juga: Harga Minyak Naik usai Serangan Balasan AS-Iran Senin (29/6), Brent ke US$ 72,51

Di sisi lain, politisi oposisi mengkritik keras rencana tersebut dan mempertanyakan motif politik di baliknya. Kritik ini mencuat mengingat 85% pemilih di wilayah barat daya memberikan suara mereka untuk mendukung Lee dalam pemilihan presiden tahun lalu.

Pengumuman proyek besar ini juga dilakukan di tengah penurunan tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap Presiden Lee yang merosot selama enam minggu berturut-turut ke angka 46,5%, menurut lembaga survei Realmeter.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×