kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.878   -57,00   -0,32%
  • IDX 5.861   -35,27   -0,60%
  • KOMPAS100 759   -5,61   -0,73%
  • LQ45 578   -5,50   -0,94%
  • ISSI 203   -0,09   -0,04%
  • IDX30 328   -3,36   -1,01%
  • IDXHIDIV20 403   -4,42   -1,08%
  • IDX80 86   -0,72   -0,83%
  • IDXV30 109   -0,68   -0,62%
  • IDXQ30 106   -1,13   -1,05%

Di Tengah Tekanan China, Perwira Penjaga Pantai Taiwan Andalkan Kekuatan Spiritual


Senin, 29 Juni 2026 / 08:18 WIB
Di Tengah Tekanan China, Perwira Penjaga Pantai Taiwan Andalkan Kekuatan Spiritual
ILUSTRASI. Militer Taiwan (Nicky Loh/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan, seorang perwira Penjaga Pantai Taiwan mengaku memperoleh kekuatan bukan hanya dari tugas negara, tetapi juga dari keyakinan spiritual yang telah dijalaninya sejak kecil.

Mengutip Reuters, Yeh Chih-sheng, perwira pertama kapal Penjaga Pantai Taiwan CG1005 yang berbasis di Kepulauan Penghu, selalu membawa jimat kuil yang telah diberkati dewa pelindung para nelayan setiap kali berpatroli di Selat Taiwan.

Baca Juga: Harga Minyak Naik usai Serangan Balasan AS-Iran Senin (29/6), Brent ke US$ 72,51

Selain bertugas sebagai aparat penjaga pantai, Yeh juga merupakan asisten pendeta atau sio-huat di sebuah kuil di Penghu yang memuja Lima Dewa (Five Lords), dewa pelindung yang sejak lama dipercaya masyarakat pesisir mampu memberikan keselamatan di laut dan perlindungan dari wabah penyakit.

Ia telah melayani kuil tersebut sejak duduk di bangku sekolah dasar, membantu medium spiritual dalam ritual yang diyakini sebagai momen turunnya para dewa untuk menyampaikan petunjuk kepada umat.

"Penjaga Pantai adalah perlindungan nyata yang dapat dilihat masyarakat. Sementara Lima Dewa menjadi sandaran spiritual di hati mereka. Keduanya sama-sama memberikan rasa aman bagi nelayan dan masyarakat," kata Yeh.

Baca Juga: Iran dan AS Sepakat Hentikan Serangan dan Melanjutkan Perundingan Damai

Tekanan China Meningkat

Perpaduan antara tugas negara dan keyakinan spiritual itu menjadi sumber ketenangan bagi Yeh ketika Taiwan menghadapi tekanan militer yang semakin besar dari China.

Beijing mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak pernah mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih pulau yang diperintah secara demokratis tersebut.

Sebaliknya, pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan China, termasuk hak Beijing melakukan patroli "penegakan hukum" di perairan sekitar Taiwan.

Aktivitas China juga memicu kekhawatiran Amerika Serikat dan sejumlah negara sekutunya. Pekan lalu, mereka menilai operasi terbaru China di lepas pantai timur Taiwan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan China menyatakan patroli Penjaga Pantai China dilakukan secara "sah, legal, dan diperlukan."

Reuters memperoleh akses langka untuk mengikuti aktivitas kapal CG1005 yang beroperasi dari Kepulauan Penghu, jalur strategis di Selat Taiwan yang setiap tahunnya dilintasi perdagangan internasional bernilai miliaran dolar AS.

Baca Juga: Perusahaan Teknologi Asal China Momenta Global Akan IPO, Incar Dana US$ 751 Juta

Garis Tengah Selat Taiwan Mulai Diabaikan

Yeh mengatakan kapal perang dan kapal Penjaga Pantai China kini semakin sering melintasi garis tengah (median line) Selat Taiwan yang selama bertahun-tahun menjadi batas tidak resmi antara kedua pihak.

Menurutnya, kapal-kapal China kini kerap mendekati zona tambahan Taiwan sejauh 24 mil laut.

"Mereka sudah menghapus garis tengah itu," ujar Yeh.

Dalam menjalankan tugasnya, ia mengatakan Penjaga Pantai Taiwan mengedepankan prinsip "tidak memprovokasi dan tidak mundur."

Alih-alih meningkatkan eskalasi, petugas biasanya memberikan peringatan kepada kapal China menggunakan meriam air, pengeras suara, papan LED, serta komunikasi radio.

Yeh juga selalu membawa jimat dan papan komando dari kuil saat berpatroli.

Baca Juga: Trump Kian Keras! Migran Berstatus Sementara Diminta Tinggalkan AS

Menurutnya, kapal suci upacara milik kuil (Chienchiu Paochien) memiliki makna yang sama dengan kapal Penjaga Pantai Taiwan, yakni menjaga Selat Taiwan dan melindungi para nelayan serta masyarakat.

"Yang kami lindungi adalah rasa aman dan ketenangan masyarakat. Dengan adanya Penjaga Pantai dan Angkatan Laut, masyarakat dapat menjalani kehidupan secara normal," tutup Yeh.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×