Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. SK Hynix menjadi perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di Korea Selatan, menandai pembalikan nasib yang dramatis bagi pembuat chip yang dua dekade lalu hampir bangkrut karena utang.
Dengan posisi ini, maka SK Hynix berhasil melampaui kapitalisasi pasar Samsung Electronics dan menjadi perusahaan terdaftar paling berharga di Korea Selatan. Asal tahu saja, Samsung telah memegang posisi perusahaan paling berharga di Korea Selatan sejak tahun 2000.
Saham SK Hynix, yang kini menjadi produsen chip memori paling berharga di dunia, diperdagangkan melonjak 5,7% — sehingga kapitalisasi pasar perusahaan mencapai 2.082,5 triliun won atau setara US$ 1,35 triliun di akhir sesi pertama perdagangan Sein (22/6/2026).
Sementara saham Samsung Electronics hanya naik tipis 0,4% an membuat kapitalisasi pasar menjadi 2.081,3 triliun won, tidak termasuk saham preferen.
Baca Juga: AS dan Iran Merampungkan Pembicaraan Tingkat Tinggi di Swiss
SK Hynix, yang kini menjadi pemasok utama chip memori bandwidth tinggi (HBM) yang digunakan dalam sistem AI untuk pelanggan seperti Nvidia dan Google milik Alphabet, telah muncul sebagai salah satu penerima manfaat terbesar dari booming AI global, mendorong kenaikan lebih dari 340% pada sahamnya tahun ini dan mengangkat nilai pasarnya di atas Samsung Electronics dan Micron.
Saham tersebut mencapai tonggak sejarah seiring dengan perubahan industri semikonduktor global yang dipengaruhi oleh AI, yang mengangkat chip memori khusus dari komoditas yang diperdagangkan secara umum menjadi komponen penting dari infrastruktur yang mendukung aplikasi seperti ChatGPT dan model AI canggih.
SK Hynix terutama berfokus pada chip memori, sedangkan Samsung Electronics juga memproduksi chip logika dan elektronik konsumen seperti ponsel pintar dan TV.
"Munculnya memori AI yang disesuaikan secara fundamental mengubah ekonomi industri dan memungkinkan SK Hynix untuk memantapkan dirinya sebagai pemimpin pasar," kata Kim Sunwoo, analis senior di Meritz Securities.
Di sisi lain, Samsung menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setiap perhitungan kapitalisasi pasarnya harus mencakup saham preferen. Jika itu dihitung, maka kapitalisasi pasar Samsung akan mencapai 2.252 triliun won.
Kenaikan harga saham SK Hynix yang pesat menandai puncak dari salah satu perubahan haluan terbesar dalam sejarah perusahaan Korea Selatan.
Pada tahun 2002, Hynix Semiconductor (saat itu) hampir dijual ke Micron, setelah terbebani utang yang menumpuk selama ekspansi agresif. Kesepakatan itu akhirnya gagal, membuat perusahaan berada di bawah kendali kreditur selama hampir satu dekade.
Baca Juga: PM Bangladesh Minta Malaysia Buka Kembali Pasar Tenaga Kerja Bagi Pekerja Bangladesh
Sahamnya anjlok hingga serendah 135 won pada tahun 2003, menjadikannya saham murahan, atau "Dongjeon-ju" dalam bahasa Korea.
Nasibnya di tahun-tahun berikutnya mengikuti siklus naik-turun tradisional industri memori global. Pada tahun 2023, penurunan tajam menghantam harga memori, mendorong SK Hynix untuk melaporkan kerugian operasional tahunan sebesar 7,73 triliun won.
Perusahaan ini mulai pulih setahun kemudian seiring dengan meningkatnya popularitas AI dan investasi besar-besaran dari perusahaan-perusahaan seperti Microsoft, Google, dan Meta, yang mendorongnya untuk melaporkan laba operasional tahunan sebesar 23,5 triliun won pada tahun 2024, sebuah rekor pada saat itu.
PERUBAHAN POSISI
Para analis mengaitkan peran sentral SK Hynix dalam ekosistem AI global dengan keputusannya untuk terus berinvestasi di HBM, sebuah chip memori khusus yang disusun secara vertikal untuk memberikan kinerja lebih cepat dan konsumsi daya lebih rendah, selama penurunan industri memori.
Tidak seperti produk memori konvensional, chip HBM terintegrasi erat dengan prosesor AI, menciptakan hambatan masuk yang jauh lebih tinggi dan memberikan kekuatan penetapan harga yang lebih besar kepada pemasok.
Pada tahun 2025, SK Hynix menguasai 61% pasar HBM global, jauh di depan Samsung Electronics yang menguasai 17% dan Micron yang menguasai 21%.
SK Hynix didirikan pada tahun 1983 sebagai unit Hyundai, tetapi kemudian dipisahkan dan dibeli oleh SK Group, konglomerat "chaebol" yang dikelola keluarga dan bisnisnya mencakup telekomunikasi hingga energi.
Ketua SK Group, Chey Tae-won, yang menghadapi penentangan keras terhadap kesepakatan tersebut pada saat itu, menjelaskan pemikirannya dalam sebuah buku yang diterbitkan pada Januari.
"Apa yang benar-benar ingin saya capai ketika kami mengakuisisi Hynix adalah mengubahnya dari produsen memori komoditas menjadi perusahaan semikonduktor utama yang produknya sangat diperlukan," kata Chey.
Baca Juga: Perdana Menteri Inggris Starmer Dapat Menetapkan Jadwal Pengunduran Diri Pada Senin
"Di masa lalu, tidak masalah apakah memori berasal dari Hynix, Samsung, atau Micron. Mereka adalah produk komoditas yang dapat saling menggantikan. HBM berbeda. Jika HBM SK Hynix diganti dengan produk lain, sistem AI mungkin tidak berfungsi dengan baik. Apa yang dulunya merupakan komponen periferal telah menjadi komponen inti," kata Chey.
Para analis mengatakan bahwa posisi Samsung sebagai produsen DRAM terbesar di dunia juga dapat terancam oleh SK Hynix.
Bank of America memperkirakan bahwa produksi DRAM bulanan SK Hynix akan mencapai sekitar 589.000 wafer tahun ini, dibandingkan dengan sekitar 691.000 wafer untuk Samsung Electronics. Namun, SK Hynix kemungkinan akan memperluas produksi DRAM sekitar 38% antara tahun 2025 dan 2028, dibandingkan dengan pertumbuhan sekitar 17,5% pada pesaingnya.
Hal itu akan mempersempit kesenjangan produksi SK Hynix menjadi kurang dari 10% pada tahun 2028 dari sekitar 23% pada tahun 2025, yang akan menjadi pencapaian yang sangat signifikan karena skala manufaktur Samsung yang lebih besar.
"Sebelumnya, perbedaan skala manufaktur berarti tidak ada cara bagi para pesaing untuk menutup kesenjangan profitabilitas dengan Samsung," kata Kim.
Reuters telah melaporkan bahwa SK Hynix memilih Nasdaq untuk pencatatan sahamnya di AS, yang akan memperluas basis investor perusahaan dan meningkatkan profilnya lebih lanjut di kalangan investor global.













