Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan SK Hynix memutuskan untuk menggelontorkan investasi sebesar 19 triliun won atau sekitar US$12,9 miliar guna membangun pabrik pengemasan chip canggih di Korea Selatan.
Investasi ini dilakukan untuk memenuhi lonjakan permintaan chip memori yang didorong oleh perkembangan pesat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dalam pernyataan resminya pada Selasa (13/1/2026), SK Hynix menyampaikan bahwa pembangunan pabrik baru tersebut akan dimulai pada April 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir 2027.
Baca Juga: Dolar AS Berfluktuasi Selasa (13/1) Pagi, Dibayangi Sentimen Independensi The Fed
Perusahaan menyebutkan bahwa semakin ketatnya persaingan global dalam pengembangan AI telah mendorong peningkatan signifikan permintaan memori khusus untuk AI.
Kondisi ini menegaskan pentingnya langkah proaktif untuk merespons kebutuhan pasar, terutama untuk high-bandwidth memory (HBM).
HBM merupakan jenis standar dynamic random access memory (DRAM) yang pertama kali diproduksi pada 2013.
Teknologi ini menggunakan metode penumpukan chip secara vertikal, sehingga mampu menghemat ruang dan menurunkan konsumsi daya.
Karakteristik tersebut membuat HBM sangat penting dalam memproses volume data besar yang dihasilkan oleh aplikasi AI yang kompleks.
SK Hynix saat ini menjadi pemasok utama HBM untuk Nvidia dan merupakan pemimpin pasar global HBM.
Baca Juga: Pasca Penembakan Warga, Minnesota dan Illinois Gugat Kebijakan Imigrasi Trump
Berdasarkan data Macquarie Equity Research, perusahaan ini menguasai sekitar 61% pangsa pasar HBM pada tahun lalu.
Posisi tersebut diikuti oleh Samsung Electronics dengan pangsa 19% dan Micron Technology sebesar 20%.
Investasi besar ini menegaskan komitmen SK Hynix untuk mempertahankan dominasinya di pasar memori AI global di tengah persaingan ketat industri semikonduktor.













