kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Bukan Pandemi Covid-19, Ini yang akan Berakhir Tahun Ini Menurut WHO


Senin, 21 Februari 2022 / 23:00 WIB
Bukan Pandemi Covid-19, Ini yang akan Berakhir Tahun Ini Menurut WHO


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Pandemi Covid-19 akan memasuki tahun ketiga. Tapi, bukan pandemi melainkan ini yang akan berakhir tahun ini menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Memang, cakupan vaksin yang tinggi di beberapa negara, dikombinasikan dengan tingkat keparahan varian Omicron yang lebih rendah, mendorong narasi berbahaya: pandemi telah berakhir.

"Tapi tidak, tidak (berakhir) ketika 70 ribu orang dalam seminggu meninggal karena penyakit yang dapat dicegah dan diobati," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pidato di Konferensi Keamanan Munich, Jumat (18/2), yang salinannya Kontan.co.id peroleh.

"Tidak ketika 83% populasi Afrika belum menerima vaksin dosis tunggal. Tidak ketika sistem kesehatan terus tegang dan retak di bawah beban kasus," tegasnya.

"Tidak ketika kita memiliki virus yang sangat menular yang beredar hampir tidak terkendali, dengan pengawasan yang terlalu sedikit untuk melacak evolusinya," imbuh dia.

Baca Juga: 6 Gejala Umum Omicron Menurut Kemenkes, Varian yang Dominasi Kasus Covid-19

Bisa mengakhiri pandemi sebagai darurat kesehatan global 

Faktanya, menurut Tedros, kondisinya saat ini ideal untuk kemunculan varian baru virus corona yang lebih menular dan lebih berbahaya.

"Tetapi, kita bisa mengakhiri pandemi sebagai darurat kesehatan global tahun ini. Kita memiliki alatnya. Kita memiliki pengetahuan," ungkapnya. "Mengakhiri pandemi harus tetap menjadi fokus kita".

Tedros melihat, ada tiga pilar utama dari arsitektur global untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi.

Pertama, dunia membutuhkan pemerintahan yang lebih kuat. Alih-alih kebingungan dan inkoherensi yang telah memicu pandemi, dunia membutuhkan kerjasama dan kolaborasi dalam menghadapi ancaman bersama, yang bisa mengatasi defisit kepercayaan.

Baca Juga: Peringatan WHO: Omicron Dominan, Jumlah Kematian di Indonesia Bisa Meningkat




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×