kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Usai Trump, Xi “Pamer” Diplomasi Teh: Putin Datang ke Beijing Bahas Dunia Multipolar


Rabu, 20 Mei 2026 / 06:03 WIB
Usai Trump, Xi “Pamer” Diplomasi Teh: Putin Datang ke Beijing Bahas Dunia Multipolar
ILUSTRASI. Presiden Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping (via REUTERS/Mikhail Metzel)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Para pemimpin China dan Rusia dijadwalkan bertemu dalam sebuah pertemuan puncak di Beijing pada Rabu (20/5/2026), yang akan membahas isu bilateral dan internasional, dan ditutup dengan pertemuan empat mata yang lebih intim antara “kawan lama” sambil minum teh.

Melansir Reuters, pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin ini terjadi hanya beberapa hari setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing. Karena itu, simbolisme (optik) dan hasil pertemuan Xi-Putin akan diamati ketat serta dibandingkan dengan pertemuan Xi-Trump.

Xi dikenal kerap menjamu pemimpin negara yang berkunjung dengan sesi minum teh, namun lokasi dan cara pertemuan itu berlangsung sering dianggap sebagai sinyal seberapa tinggi penghargaan Xi terhadap tamunya.

Ketika Xi menjamu Putin pada Mei 2024, keduanya bahkan melepas dasi saat berbincang sambil minum teh di luar ruangan di Zhongnanhai, bekas taman kekaisaran yang kini menjadi kompleks kantor Partai Komunis China dan pemerintah.

Sebaliknya, kunjungan Trump pekan lalu, termasuk berjalan-jalan di taman rahasia dan minum teh bersama Xi di kompleks yang sama, serta tur ke Temple of Heaven, tampak lebih terstruktur dan “dikoreografi”.

“Beijing menyukai optik ini. Mereka senang menjadi pusat perhatian dunia, dan mereka akan memainkannya untuk audiens domestik mereka semaksimal mungkin,” kata Graeme Smith, peneliti senior di Departemen Pacific Affairs, Australian National University.

“Dalam beberapa hal, Xi mendapat keuntungan dari ketidakstabilan emosional dua pemimpin dunia itu,” ujarnya, merujuk pada kegemaran Trump pada kemegahan serta gaya Putin yang sudah lama menunjukkan keakraban dengan Xi.

Baca Juga: Sinyal Keras Trump: AS Bakal Perkecil Bantuan Militer ke NATO, Eropa Diminta Mandiri

Kunjungan beruntun yang jarang terjadi ini, dari pemimpin dua negara besar yang secara politik, militer, dan ekonomi saling berseberangan, dipuji media pemerintah China sebagai bukti pengakuan atas posisi global China di tengah tatanan dunia yang semakin terfragmentasi.

Putin disambut oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat mendarat pada Selasa malam. Upacara penyambutan di landasan pacu bandara juga diiringi pasukan kehormatan serta para pemuda China yang mengibarkan bendera nasional China dan Rusia.

Ekspektasi Tinggi

Putin, yang pernah menyebut Xi sebagai “sahabat dekat”, dan sering dipanggil “kawan lama” oleh Xi, datang pada saat perdagangan bilateral mulai membaik setelah mengalami penurunan tahun lalu. Nilai perdagangan dua arah naik 16,1% dalam empat bulan pertama tahun ini dibanding periode yang sama pada 2025.

Nilai perdagangan China-Rusia mencapai 1,63 triliun yuan (US$ 240 miliar) pada 2025, turun 6,5% dari rekor tahun 2024 dan menjadi penurunan pertama dalam lima tahun terakhir.

Putin mengakui perlunya membalik tren penurunan tersebut, sebagai sinyal pentingnya China sebagai “urat nadi” ekonomi bagi Moskow yang terpukul sanksi Barat, sementara perang di Ukraina terus membebani perekonomian Rusia.

Putin datang bersama delegasi yang mencakup wakil perdana menteri, para menteri, serta pimpinan perusahaan negara dan bank-bank besar.

Kremlin menyebut kunjungan Putin kali ini memiliki “ekspektasi serius”. Selain pembicaraan tingkat tinggi, agenda juga mencakup upacara penandatanganan dokumen, jamuan makan, lalu sesi minum teh di mana kedua pemimpin akan membahas isu-isu internasional penting dalam suasana informal.

Menurut Kremlin, sekitar 40 dokumen diperkirakan akan ditandatangani, serta sebuah pernyataan bersama setebal 47 halaman akan diterbitkan mengenai penguatan kemitraan kedua negara.

Tonton: FBI Bongkar “Kantor Polisi Rahasia” China di New York! Operasi Mata-mata Beijing Terungkap?

Putin dan Xi juga diperkirakan mengadopsi deklarasi bersama tentang pembentukan tatanan dunia multipolar dan “jenis baru hubungan internasional”, kata seorang ajudan Kremlin.

Negosiasi mengenai proyek pipa gas Power of Siberia 2, yang dirancang menghubungkan Rusia dengan wilayah utara China, juga kemungkinan akan dibahas, menurut para pakar industri.

Kemitraan “tanpa batas” antara China dan Rusia semakin menguat sejak Barat menjatuhkan sanksi untuk menghukum Rusia atas perang di Ukraina.

Tabel: Perbandingan Kunjungan Trump vs Putin ke Beijing

Aspek Kunjungan Trump Kunjungan Putin
Waktu Pekan lalu Selasa-Rabu (pekan ini)
Nuansa pertemuan Lebih terstruktur/dikoreografi Lebih personal dan akrab
Agenda simbolik Jalan di taman rahasia + minum teh + Temple of Heaven Summit + penandatanganan + jamuan + sesi teh informal
Pesan politik Diplomasi formal AS-China Penguatan “old friends” China-Rusia




TERBARU

[X]
×