kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bukan vaksin, ilmuwan China ini menemukan antibodi efektif untuk mengobati corona


Kamis, 02 April 2020 / 07:20 WIB
ILUSTRASI. Riset vaksin antivirus corona. REUTERS/Bing Guan


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

"Kelompok ini telah bermitra dengan perusahaan biotek Sino-A.S, Brii Biosciences, dalam upaya untuk memajukan beberapa kandidat untuk intervensi profilaksis dan terapeutik," demikian pernyataan yang dirilis oleh Brii.

Zhang menjelaskan, pentingnya antibodi telah terbukti di dunia kedokteran selama beberapa dekade. "Mereka dapat digunakan untuk mengobati kanker, penyakit autoimun dan penyakit menular," imbuhnya.

Baca Juga: Peneliti Australia uji vaksin pencegah TBC untuk tangkal virus corona

Antibodi tersebut bukan vaksin tetapi berpotensi dapat diberikan kepada orang yang berisiko dengan tujuan mencegah mereka tertular COVID-19.

Biasanya dibutuhkan sekitar dua tahun untuk obat bahkan untuk mendapatkan persetujuan untuk digunakan pada pasien. Akan tetapi, dengan adanya pandemi COVID-19, segalanya bergerak lebih cepat. Jika langkah-langkah yang sebelumnya akan diambil secara berurutan, sekarang ini semua sedang dilakukan secara paralel.

Zhang berharap antibodi dapat diuji pada manusia dalam enam bulan. Jika mereka terbukti efektif dalam uji coba, penggunaan sebenarnya untuk pengobatan akan memakan waktu lebih lama.

Baca Juga: WHO peringatkan dunia: Jangan sia-siakan kesempatan kedua untuk melawan virus corona

Sementara itu, pakar lain mendesak agar berhati-hati.

"Ada sejumlah langkah yang sekarang harus diikuti sebelum dapat digunakan sebagai pengobatan untuk pasien virus corona," kata spesialis penyakit menular Universitas Hong Kong Ben Cowling ketika temuan itu dijelaskan kepadanya oleh Reuters.

“Tetapi sangat menarik untuk menemukan perawatan potensial ini, dan kemudian memiliki kesempatan untuk mengujinya. Karena jika kita dapat menemukan lebih banyak kandidat, maka pada akhirnya kita akan mendapatkan hasil yang lebih baik," kata Cowling.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×