Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Selasa (20/10/2026), sementara harga minyak mentah kembali naik.
Pelaku pasar mencermati meningkatnya risiko geopolitik serta menanti laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar yang menjadi penentu arah investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Mengutip Reuters, indeks MSCI Asia di luar Jepang turun 0,93%. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,28%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan merosot paling dalam sebesar 3,61%.
Baca Juga: Trump Peringatkan AS Bisa Bernasib seperti Prancis Jika Demokrat Menang
Tekanan di pasar saham terjadi menjelang rilis kinerja sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Meta Platforms pada Rabu (21/10), serta Tesla dan produsen semikonduktor Lam Research dan Texas Instruments pada akhir pekan ini.
Investor mencari petunjuk baru mengenai ketahanan konsumsi dan perekonomian global, sekaligus menilai apakah belanja besar-besaran untuk pengembangan AI masih dapat menopang pertumbuhan laba perusahaan teknologi.
Chris Weston, kepala riset Pepperstone, mengatakan investor mulai menutup posisi jual dan mengurangi strategi defensif.
Namun, langkah tersebut belum menunjukkan keyakinan kuat untuk kembali meningkatkan eksposur terhadap saham-saham AI.
Menurutnya, risiko utang pemerintah Prancis mulai diperhitungkan dalam pergerakan saham Eropa. Meski demikian, ketahanan nilai tukar euro mengindikasikan bahwa pelaku pasar belum memandang persoalan tersebut sebagai risiko sistemik bagi kawasan Eropa.
Baca Juga: China Pertahankan Suku Bunga Kredit di Level 3% Selama 17 Bulan Beruntun
Goldman Sachs memperkirakan, belanja modal gabungan lima perusahaan hyperscaler AI akan mencapai sekitar US$ 1,2 triliun pada tahun depan.
Besarnya investasi tersebut meningkatkan perhatian investor terhadap prospek pendapatan dan kemampuan perusahaan teknologi menghasilkan keuntungan dari belanja infrastruktur AI.
Daniel Morris, kepala strategi pasar di AXA IM Core Investments, BNP Paribas Asset Management mengatakan, dominasi perangkat keras teknologi dalam mendorong pertumbuhan laba dan kenaikan harga saham membuat ekspektasi pasar menjadi tinggi.
Secara global, laba sektor tersebut diperkirakan berlipat ganda dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk pasar negara berkembang, pertumbuhan laba bahkan diperkirakan mencapai dua kali lipat dari proyeksi global tersebut.
Di tengah tingginya ekspektasi terhadap sektor AI, saham perusahaan infrastruktur AI Korea Selatan, Elice Group, dibuka 16% di bawah harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saat debut di bursa. Perusahaan tersebut sebelumnya menghimpun dana sebesar 201,1 miliar won atau sekitar US$ 151,12 juta melalui IPO.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Selasa (20/10), Investor Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Harga minyak naik, emas melemah
Di pasar komoditas, harga minyak mentah kembali menguat di tengah perhatian investor terhadap kebijakan Amerika Serikat (AS) terkait sanksi energi Rusia dan perkembangan geopolitik.
Harga minyak mentah Brent naik 0,21% menjadi US$ 109,78 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 0,15% ke US$ 103,82 per barel.
Pasar mencermati perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang diterbitkan pada Jumat malam dan memberikan pengecualian terhadap sejumlah sanksi serta tarif terkait Rusia, termasuk bea atas barang Rusia dan sanksi terhadap pembelian minyak serta gas negara tersebut.
Baca Juga: AirAsia Tertekan Kenaikan Harga Avtur, Malaysia Belum Siapkan Dana Talangan
Namun, Trump mengatakan pada Sabtu bahwa keputusan final mengenai kebijakan itu belum diumumkan.
Sementara itu, harga emas di pasar spot turun 0,51% menjadi US$ 4.118,71 per ons troi.
Di pasar valuta asing, indeks dolar AS turun tipis 0,05% ke 101,92. Euro menguat 0,06% menjadi US$ 1,12 setelah melemah 0,25% pada perdagangan sebelumnya. Poundsterling naik 0,06% ke US$ 1,33, sedangkan yen Jepang melemah 0,03% menjadi 158,57 per dolar AS.
Permintaan terhadap aset aman turut dipengaruhi oleh kerusuhan di Prancis. Otoritas setempat memberlakukan jam malam di sejumlah wilayah beberapa kota, termasuk Paris, Lille, dan Nice, setelah kerusuhan dan penjarahan pada akhir pekan yang dipicu demonstrasi anti-pemerintah.
Dari kebijakan moneter AS, komentar terbaru sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed), termasuk Ketua Kevin Warsh, mengindikasikan bahwa bank sentral belum terburu-buru menaikkan suku bunga kembali.
Baca Juga: Harga Minyak Tergelincir di Pagi Ini (20/10), Pasar Cermati Potensi Kelebihan Pasokan
Dalam pernyataannya pada Jumat, Warsh menyampaikan optimisme terhadap kekuatan ekonomi AS, tetapi tidak memberikan petunjuk mengenai waktu atau kebutuhan kenaikan suku bunga berikutnya.
Pelaku pasar juga menanti pernyataan sejumlah pejabat bank sentral Eropa dan Inggris pada Selasa untuk memperoleh petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter.
Di pasar saham berjangka Eropa, kontrak Euro Stoxx 50 turun 0,71%, DAX melemah 0,40%, dan FTSE terkoreksi 0,44%. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 relatif stagnan di level 7.734,25.
Aset kripto turut melemah. Bitcoin turun 0,67% menjadi US$ 81.386,40, sedangkan Ether terkoreksi 0,54% ke US$ 2.385,75.














