kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.074   -37,00   -0,20%
  • IDX 6.233   46,54   0,75%
  • KOMPAS100 818   7,31   0,90%
  • LQ45 622   3,53   0,57%
  • ISSI 215   1,67   0,78%
  • IDX30 350   1,45   0,42%
  • IDXHIDIV20 431   1,19   0,28%
  • IDX80 93   0,71   0,76%
  • IDXV30 118   0,70   0,59%
  • IDXQ30 112   0,23   0,21%

Bursa Asia Melonjak Jumat (31/7), Saham AI Bangkit dan Yen Jadi Sorotan


Jumat, 31 Juli 2026 / 08:53 WIB
Bursa Asia Melonjak Jumat (31/7), Saham AI Bangkit dan Yen Jadi Sorotan
ILUSTRASI. Bursa Asia - Kospi Korea Selatan (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia menguat tajam pada perdagangan Jumat (31/7/2026), mengikuti reli Wall Street setelah laporan kinerja emiten teknologi raksasa meredakan kekhawatiran terhadap prospek investasi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Mengutip Reuters, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 14% sesaat setelah pembukaan perdagangan, membalikkan pelemahan tajam yang terjadi pada awal pekan.

Baca Juga: Emas Bertahan Dekati US$ 4.100, Investor Pantau The Fed dan Konflik AS-Iran

Sementara itu, indeks Nikkei Jepang naik sekitar 5% dan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat sekitar 3%.

Penguatan tersebut dipicu lonjakan harga saham Microsoft dan Amazon pada perdagangan Wall Street semalam.

Kinerja keuangan dan proyeksi kedua perusahaan itu menghidupkan kembali optimisme terhadap prospek permintaan AI, sekaligus meredakan kekhawatiran investor mengenai besarnya belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan teknologi.

"Baik kinerja keuangan maupun sentimen pasar mulai pulih setelah pergerakan yang terlalu berlebihan pada awal pekan," kata analis pasar IG, Fabien Yip.

Menurutnya, permintaan terhadap teknologi AI masih menunjukkan ketahanan sehingga aksi jual yang terjadi sebelumnya kemungkinan merupakan reaksi pasar yang berlebihan terhadap kekhawatiran mengenai belanja modal.

Baca Juga: Yen Melemah Lagi Usai Intervensi Jepang, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BOJ

Meski mencatat pemulihan tajam pada Jumat, Kospi masih berpotensi menutup Juli dengan penurunan sekitar 24%, yang akan menjadi penurunan bulanan terbesar sejak krisis keuangan Asia pada 1997.

Volatilitas tinggi di pasar saham Korea Selatan juga mendorong otoritas setempat membatasi sejumlah produk investasi berleverage yang sebelumnya menyebabkan kerugian besar bagi investor ritel.

Manajer portofolio saham pasar berkembang Amundi, Ji Young Park, mengatakan, sentimen pasar masih rapuh karena sangat bergantung pada prospek sektor AI.

"Kami melihat koreksi tajam pada pasar yang memiliki eksposur besar terhadap AI. Namun kami menilai fase volatilitas berkepanjangan ini mulai mendekati akhir," ujarnya.

Di pasar berjangka, kontrak Nasdaq naik 0,87%, sedangkan futures S&P 500 menguat 0,29%. Di Eropa, futures EURO STOXX 50 bertambah 0,57%, sementara futures FTSE dan DAX masing-masing naik sekitar 0,4%.

Baca Juga: Trump Klaim Ada Kesepakatan Bersejarah Pelucutan Senjata Hamas, Israel Belum Setuju

Yen Jadi Sorotan Jelang Keputusan BOJ

Di pasar valuta asing, yen Jepang kembali menjadi perhatian setelah diduga mendapat dukungan intervensi dari otoritas.

Yen melemah sekitar 0,6% ke level 160,51 per dolar AS setelah sehari sebelumnya melonjak 2,4% menyusul dugaan intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing untuk mengangkat mata uang tersebut dari posisi terendah dalam sekitar 40 tahun.

Selain Jepang, otoritas Korea Selatan juga dilaporkan melakukan intervensi dengan menjual dolar AS pada Kamis (30/7).

Harian Nikkei juga melaporkan bahwa otoritas AS melakukan rate checks, memicu spekulasi adanya intervensi terkoordinasi.

Kepala Strategi Makro Asia Pasifik Mizuho, Vishnu Varathan, mengatakan waktu pelaksanaan intervensi itu bukanlah kebetulan.

"Jatuhnya USD/JPY dari mendekati 164 ke bawah 160 tepat menjelang rapat BOJ menunjukkan otoritas berupaya mengantisipasi pelemahan yen jika BOJ mempertahankan suku bunga," ujarnya.

Pelaku pasar memperkirakan Bank of Japan (BOJ) akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada hari yang sama.

Baca Juga: Apple Beri Outlook Penjualan di Bawah Ekspektasi, Saham Turun 5,5%

Ketegangan Timur Tengah Masih Membayangi

Di pasar komoditas, harga minyak bergerak menguat tipis karena konflik di Timur Tengah masih memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Harga minyak Brent naik 0,4% menjadi US$ 89,38 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,3% ke level US$ 83,84 per barel.

Sentimen tersebut dipicu serangan pesawat nirawak terhadap kapal pengangkut gas di pelabuhan Damietta, Mesir.

Insiden itu meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik AS-Iran dapat mengancam jalur pelayaran di Terusan Suez, salah satu rute utama ekspor minyak Arab Saudi.

Sementara itu, harga emas spot turun tipis 0,2% menjadi US$ 4.094,28 per ons troi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×