kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.718   -65,00   -0,37%
  • IDX 6.638   42,30   0,64%
  • KOMPAS100 867   7,69   0,90%
  • LQ45 657   5,12   0,79%
  • ISSI 231   1,84   0,80%
  • IDX30 368   2,83   0,77%
  • IDXHIDIV20 454   3,28   0,73%
  • IDX80 99   0,85   0,87%
  • IDXV30 125   1,26   1,02%
  • IDXQ30 118   1,08   0,93%

Bursa Australia Menguat Tipis Kamis (3/9), Saham Emas Jadi Penopang


Kamis, 03 September 2026 / 08:42 WIB
Bursa Australia Menguat Tipis Kamis (3/9), Saham Emas Jadi Penopang
ILUSTRASI. Bursa Australia (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat tipis pada perdagangan Kamis (3/9/2026), setelah mengalami penurunan selama tiga sesi berturut-turut.

Penguatan saham emas menjadi penopang indeks, meski kenaikan tersebut tertahan oleh pelemahan saham energi.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh data produk domestik bruto (PDB) Australia yang memperkuat ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan bulan ini.

Baca Juga: Tencent Music Terbitkan Obligasi Dolar, Ini Rencana Penggunaan Dananya

Melansir Reuters, indeks S&P/ASX 200 naik 0,07% menjadi 8.984,50 pada pukul 00.54 GMT. Sehari sebelumnya, indeks acuan tersebut ditutup melemah sekitar 1%.

Sektor saham emas menguat 2,2%. Namun, indeks sektor tersebut masih berada di jalur penurunan mingguan setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama enam pekan berturut-turut.

Kenaikan saham emas mengikuti penguatan harga emas di pasar global. Harga emas terdorong oleh pelemahan dolar AS dan imbal hasil US Treasury dari level tertingginya baru-baru ini.

Saham Northern Star Resources dan Evolution Mining masing-masing naik sekitar 1,5%.

Sektor keuangan juga menguat 0,6%. Tiga dari empat bank besar Australia atau Big Four mencatat kenaikan antara 0,7% hingga 1,2%.

Baca Juga: Donald Trump Turun Gunung, Bidik Kemenangan Partai Republik di Pemilu Midterm

Sementara itu, sebagian besar saham pertambangan bergerak menguat. Namun, indeks sektor tersebut cenderung datar karena tekanan pada saham raksasa pertambangan BHP Group.

Saham BHP turun 1,7% karena diperdagangkan tanpa hak dividen atau ex-dividend.

Di sisi lain, saham sektor energi turun 1,3% dan mengakhiri tren penguatan selama empat sesi berturut-turut. Pelemahan tersebut sejalan dengan penurunan harga minyak mentah.

Saham Woodside Energy turun 2,8% karena juga diperdagangkan tanpa hak dividen.

Pergerakan tajam terjadi pada saham Corporate Travel Management yang anjlok lebih dari 82% hingga mencapai level terendah dalam hampir 14 tahun.

Penurunan tersebut terjadi setelah perdagangan saham Corporate Travel Management kembali dibuka. Sebelumnya, perdagangan saham perusahaan tersebut dihentikan selama lebih dari satu tahun akibat kegagalan memenuhi tenggat waktu penyampaian laporan keuangan.

Baca Juga: Harga Emas Stabil di US$ 4.386 Kamis (3/9), Jelang Rilis Data Nonfarm Payrolls AS

Sementara itu, indeks acuan Selandia Baru S&P/NZX 50 turun 0,2% menjadi 13.906,18. Pelemahan terjadi setelah bank sentral Selandia Baru menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rabu (2/9/2026).

Gubernur Reserve Bank of New Zealand Anna Breman mengatakan, pengurangan stimulus moneter secara bertahap merupakan langkah yang tepat untuk mengembalikan inflasi ke dalam kisaran target bank sentral.

Namun, inflasi inti berpotensi meningkat dalam jangka pendek akibat kenaikan biaya bahan bakar.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×