kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.085   -26,00   -0,14%
  • IDX 6.226   39,77   0,64%
  • KOMPAS100 817   5,76   0,71%
  • LQ45 622   2,74   0,44%
  • ISSI 215   1,48   0,69%
  • IDX30 350   1,20   0,34%
  • IDXHIDIV20 431   1,14   0,26%
  • IDX80 93   0,54   0,59%
  • IDXV30 118   0,59   0,50%
  • IDXQ30 112   0,21   0,19%

Bursa Korea Selatan Melonjak 14% Jumat (31/7), Saham Samsung dan SK Hynix Pimpin Reli


Jumat, 31 Juli 2026 / 09:26 WIB
Bursa Korea Selatan Melonjak 14% Jumat (31/7), Saham Samsung dan SK Hynix Pimpin Reli
ILUSTRASI. Bursa Asia - Korea Selatan (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan melonjak tajam pada perdagangan Jumat (31/7/2026), dipimpin oleh reli saham-saham semikonduktor yang mengikuti kebangkitan sektor teknologi global.

Mengutip Reuters, indeks Kospi melesat sekitar 14% pada awal perdagangan. Penguatan tersebut terjadi setelah investor kembali memborong saham-saham produsen chip di berbagai pasar dunia.

Baca Juga: Nikkei Jepang Melonjak Hampir 5% Jumat (31/7), Pasar Nantikan Keputusan BOJ

Saham Samsung Electronics melonjak 18%, sementara saham SK Hynix melesat 21% pada perdagangan pagi.

Sentimen positif berasal dari Wall Street, setelah saham Microsoft melonjak sekitar 15% menyusul proyeksi bisnis yang lebih kuat dari perkiraan.

Kinerja Microsoft kembali memicu aksi beli pada saham-saham semikonduktor di Amerika Serikat dan menular ke pasar Asia.

Meski demikian, kondisi pasar saham Korea Selatan masih dinilai rapuh setelah mengalami volatilitas ekstrem dalam beberapa pekan terakhir akibat tingginya transaksi berbasis leverage.

Baca Juga: Bursa Australia Berpeluang Cetak Reli Empat Bulan Beruntun pada Jumat (31/7)

Walaupun mencatat reli tajam pada Jumat, indeks Kospi masih berada lebih dari 30% di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada akhir Juni.

Secara bulanan, Kospi masih berada di jalur untuk membukukan penurunan sekitar 25% sepanjang Juli, yang akan menjadi penurunan bulanan terbesar sejak krisis keuangan Asia pada 1997.




TERBARU

[X]
×