Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – SEOUL. Bursa saham Korea Selatan menguat pada perdagangan Kamis (27/8/2026), didorong kenaikan saham perusahaan teknologi dan semikonduktor setelah prospek permintaan chip dari Nvidia tetap kuat.
Mengutip Reuters, indeks KOSPI naik 1,22% atau 83 poin menjadi 6.894,25 pada pukul 01.04 GMT. Pada awal perdagangan, KOSPI bahkan sempat melonjak 2,8% dan menyentuh level intraday tertinggi sejak 18 Agustus 2026.
Baca Juga: Bursa Saham Australia Melemah, Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga Membebani
Sentimen pasar mendapat dorongan setelah Nvidia memproyeksikan pendapatan tahun fiskal berikutnya melonjak 70%. Proyeksi tersebut menegaskan kuatnya permintaan terhadap komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Namun, Nvidia juga memperingatkan bahwa kelangkaan komponen memori masih akan membatasi kecepatan perusahaan dalam meningkatkan kapasitas produksi.
Kenaikan saham teknologi terjadi bersamaan dengan keputusan Bank of Korea (BOK) menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3%.
Kenaikan tersebut sesuai ekspektasi dan menjadi kenaikan kedua secara berturut-turut di tengah inflasi yang masih berada di atas target serta risiko terhadap stabilitas keuangan.
BOK juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan tahun ini menjadi 3,3%, dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,6% pada Juli 2026.
Gubernur BOK Shin Hyun-song dijadwalkan menggelar konferensi pers pada pukul 02.10 GMT. Investor akan mencermati pernyataannya untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.
Baca Juga: UOB Terbitkan Dua Obligasi Berdenominasi Euro Senilai US$1,17 Miliar
Saham Chip Menguat
Di antara saham berkapitalisasi besar, Samsung Electronics naik 1,43%, sementara SK Hynix menguat 2,37%. Saham produsen baterai LG Energy Solution juga melonjak 3,42%.
Saham POSCO Holdings menguat 3,20%. Sebaliknya, Hyundai Motor turun 1,96%, sedangkan Kia Corp melemah 1,52%.
Saham perusahaan farmasi Samsung BioLogics juga turun 0,50%.
Dari total 905 saham yang diperdagangkan, sebanyak 352 saham menguat, sementara 501 saham melemah.
Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih saham senilai 73,3 miliar won atau sekitar US$53,21 juta.
Baca Juga: Nvidia Dikabarkan Sepakat Akuisisi Hugging Face, Rogoh Kocek US$ 12,9 Miliar
Won Menguat
Di pasar valuta asing, won Korea Selatan menguat 0,63% menjadi 1.377,6 won per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 1.386,3 won per dolar AS.
Di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk September turun 0,11 poin menjadi 103,21.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun yang paling aktif diperdagangkan naik 3,7 basis poin menjadi 3,854%. Sementara imbal hasil obligasi tenor 10 tahun meningkat 3,9 basis poin menjadi 4,311%.
Baca Juga: Laba Industri China Tumbuh 17,6% hingga Juli 2026














