kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45975,16   -1,28   -0.13%
  • EMAS915.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.19%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

CEO Moderna: Mutasi virus corana berikutnya adalah varian Delta plus Beta


Kamis, 23 September 2021 / 23:10 WIB
CEO Moderna: Mutasi virus corana berikutnya adalah varian Delta plus Beta

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - ZURICH. Chief Executive Officer (CEO) Moderna Stephane Bancel mengatakan, para ilmuan meyakini, mutasi virus corana yang mungkin terjadi berikutnya adalah hasil kombinasi varian Delta dan Beta.

Karena itu, "Kami juga mencoba (menguji vaksin untuk melawan) Delta plus Beta, mutasi berikutnya yang diyakini para ilmuwan mungkin terjadi," katanya kepada surat kabar Swiss Neue Zuercher Zeitung dan dikutip Reuters, Kamis (23/9).

Selain itu, “Saat ini kami sedang menguji (vaksin untuk melawan) varian Delta dalam uji klinis. Mereka akan menjadi dasar untuk vaksinasi booster untuk tahun 2022,” ungkap Bancel.

Varian Delta dan Beta masuk kategori variant of concern (VOC) yang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetapkan. Selain Delta dan Beta, ada varian Alpha dan Gamma yang masuk daftar VOC.

WHO menterjemahkan VOC sebagai varian virus corona yang menyebabkan peningkatan penularan dan kematian. Bahkan, varian virus corona yang masuk dalam kategori ini memiliki kemampuan dalam memengaruhi efektivitas vaksin. 

Baca Juga: Kenali, ini 5 gejala umum COVID-19 yang bagi sudah dan tidak divaksinasi

Pandemi COVID-19 bisa berakhir dalam setahun

Dan, Bancel menyebutkan, pandemi COVID-19 bisa berakhir dalam setahun ke depan, karena peningkatan produksi vaksin memastikan pasokan global aman.

"Jika Anda melihat perluasan kapasitas produksi di seluruh industri selama enam bulan terakhir, dosis yang cukup harus tersedia pada pertengahan tahun depan sehingga semua orang di Bumi ini dapat divaksinasi," katanya. 

"Booster vaksin juga harus dimungkinkan sejauh yang diperlukan," ujar dia. Bahkan, vaksin COVID-19 akan segera tersedia untuk bayi.

"Mereka yang tidak divaksinasi akan mengimunisasi diri mereka sendiri secara alami, karena varian Delta sangat menular. Dengan cara ini kita akan berakhir dalam situasi yang mirip dengan flu," sebut Bancel. 

"Anda dapat divaksinasi dan memiliki musim dingin yang baik. Atau, Anda jangan lakukan itu dan berisiko sakit bahkan mungkin berakhir di rumah sakit," imbuhnya.

Ditanya apakah kehidupan berarti kembali normal pada paruh kedua tahun depan, Bancel menjawab: "Mulai hari ini, dalam setahun (ke depan), saya memperkirakan (pandemi COVID-19 akan berakhir)".

Selanjutnya: Ini alasan WHO coret 3 varian virus corona dari daftar VOI




TERBARU
Kontan Academy
The Hybrid Salesperson The New Way to Sell in The New Era Certified Supply Chain Manager (CSCM) Batch 2

[X]
×