kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Cerita leganya warga Wuhan bisa kembali usai lockdown dibuka


Sabtu, 28 Maret 2020 / 22:50 WIB
Cerita leganya warga Wuhan bisa kembali usai lockdown dibuka

Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - WUHAN. Kota Wuhan di China, tempat wabah virus corona pertama kali muncul, mulai mencabut penguncian selama dua bulan pada hari Sabtu ini dengan memulai kembali beberapa layanan metro dan membuka kembali perbatasan.

Dilansir dari Reuters, pembukaan kembali Wuhan menandai titik balik dalam perang China melawan virus corona, meskipun virus ini telah menyebar ke lebih dari 200 negara. 

Baca Juga: Perbatasan Hubei dibuka, polisi dan warga malah bentrok

Di antara mereka yang menggunakan kereta api berkecepatan tinggi pertama yang diizinkan masuk ke kota pada Sabtu pagi adalah Guo Liangkai, seorang siswa berusia 19 tahun yang pekerjaan satu bulannya di Shanghai diperpanjang hingga tiga bulan karena larangan bepergian.

"Saya sangat senang bisa melihat keluarga saya," kata Guo kepada Reuters setelah disambut oleh ibunya di stasiun utama.

"Kami ingin berpelukan tetapi sekarang adalah periode khusus sehingga kami tidak bisa memeluk atau mengambil tindakan seperti ini," ujarnya.

Pihak berwenang mengambil tindakan keras untuk menghentikan orang memasuki atau meninggalkan kota industri berpenduduk 11 juta orang di China tengah ini. 

Keluarga dikurung di rumah mereka. Layanan bus dan taksi ditutup, dan hanya toko-toko penting yang dibiarkan tetap terbuka.

Baca Juga: Malaysia memprediksi akan alami lonjakan kasus corona pada pertengahan April

“Saya pikir dimulainya kembali pekerjaan merupakan semacam harapan. Paling tidak itu menunjukkan bahwa China menang,” kata Zhang Yulun, 35, yang kembali ke Wuhan untuk bekerja.

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan pada hari Sabtu bahwa 54 kasus virus corona baru dilaporkan di China daratan pada hari Jumat, yang semuanya melibatkan apa yang disebut kasus impor. 



TERBARU

[X]
×