Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - TEXAS. Chevron memperkirakan pendapatan hulunya akan meningkat sebesar US$ 1,6 miliar hingga US$ 2,2 miliar pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan dengan kuartal keempat tahun 2025, didorong oleh melonjaknya harga minyak dan gas akibat volatilitas yang terkait dengan perang Iran.
Mengutip Reuters, Kamis (9/4/2026), konflik yang dimulai pada 28 Februari itu menyebabkan harga minyak meroket hingga 65%, dengan beberapa ladang minyak dan gas di Timur Tengah menghentikan produksi setelah Selat Hormuz—jalur bagi seperlima aliran energi global—secara efektif ditutup.
Harga minyak mentah Brent rata-rata mencapai US$ 78,38 per barel selama kuartal pertama, naik 24% dari tiga bulan sebelumnya, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG.
Baca Juga: Stok Fuel Oil Singapura Turun ke Level Terendah 10 Minggu, Ini Pemicunya
Produksi bersih setara minyak Chevron diperkirakan rata-rata 3,8 juta hingga 3,9 juta barel per hari, dengan volume yang dipengaruhi oleh penghentian produksi di proyek Tengizchevroil Kazakhstan dan pengurangan produksi di beberapa bagian Timur Tengah.













