Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Stok fuel oil onshore di Singapura turun ke level terendah dalam 10 minggu terakhir, seiring berkurangnya impor dari Timur Tengah, data resmi menunjukkan Kamis (9/4/2026).
Melansir Reuters, Cadangan bahan bakar residu turun 7,4% menjadi 21,72 juta barel atau sekitar 3,42 juta metrik ton pada pekan hingga 8 April, menurut data Enterprise Singapore.
Baca Juga: Israel Luncurkan Serangan Baru ke Lebanon, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam
Impor turun 31,9% dibanding pekan sebelumnya, menjadi sekitar 625.000 ton.
Brazil menjadi negara pemasok utama, menggantikan sebagian pasokan dari Timur Tengah yang sebagian besar terhambat di Selat Hormuz.
Sementara itu, ekspor fuel oil naik 3,3% menjadi lebih dari 309.000 ton, dengan sebagian besar tujuan pengiriman ke Korea Selatan dan China.
Meski stok turun di bawah rata-rata, selisih harga spot fuel oil cenderung melunak dalam beberapa sesi terakhir.
“Pasar terus memantau perkembangan di Selat Hormuz, karena sebagian besar pengiriman dari Timur Tengah masih terhambat,” ujar sumber terkait.
Baca Juga: Dolar Tertahan Kamis (9/4) Sore, Ketidakpastian Gencatan Senjata Tekan Sentimen Pasar
Secara rinci, selama pekan hingga 8 April, impor fuel oil terbesar berasal dari Brazil sebesar 88.623 ton, disusul Malaysia 154.570 ton, dan Indonesia 55.920 ton.
Sedangkan ekspor terbanyak menuju Korea Selatan 99.889 ton, China 80.942 ton, dan Malaysia 100.703 ton.
Dengan kondisi ini, pasokan fuel oil Singapura tetap menjadi perhatian pasar regional, mengingat peran penting negara tersebut sebagai pusat perdagangan energi Asia.












