kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.890   -80,00   -0,47%
  • IDX 7.439   101,19   1,38%
  • KOMPAS100 1.038   18,05   1,77%
  • LQ45 762   11,30   1,51%
  • ISSI 262   4,26   1,65%
  • IDX30 403   5,31   1,34%
  • IDXHIDIV20 497   3,56   0,72%
  • IDX80 117   2,02   1,76%
  • IDXV30 135   1,81   1,36%
  • IDXQ30 130   1,35   1,05%

Stok Sawit Malaysia Turun ke Level Terendah Empat Bulan pada Februari


Selasa, 10 Maret 2026 / 13:33 WIB
Stok Sawit Malaysia Turun ke Level Terendah Empat Bulan pada Februari
ILUSTRASI. Panen kelapa sawit (KONTAN/Baihaki). Stok minyak sawit Malaysia turun ke level terendah 4 bulan pada Februari 2026. Produksi anjlok drastis meski ekspor melemah. Simak proyeksi.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Persediaan minyak sawit Malaysia turun untuk bulan kedua berturut-turut pada Februari 2026 dan mencapai level terendah dalam empat bulan terakhir.

Penurunan ini terjadi karena produksi merosot tajam secara musiman, meskipun ekspor juga melemah dan impor meningkat.

Data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dirilis Selasa (10/3/2026) menunjukkan, stok minyak sawit Malaysia turun 3,9% secara bulanan menjadi 2,70 juta ton pada Februari. Level ini merupakan yang terendah sejak Oktober tahun lalu.

Penurunan stok terutama dipicu oleh merosotnya produksi minyak sawit mentah. Produksi pada Februari tercatat hanya 1,28 juta ton, anjlok 18,6% dibandingkan Januari yang mencapai 1,58 juta ton.

Baca Juga: Impor Minyak Sawit India Turun ke Level Terendah Empat Bulan, Soyoil Jadi Pilihan

Di sisi lain, ekspor minyak sawit juga melemah. Pengapalan turun 22,5% menjadi 1,13 juta ton pada Februari, dari 1,45 juta ton pada bulan sebelumnya.

Survei Reuters sebelumnya memperkirakan stok minyak sawit Malaysia berada di level 2,63 juta ton, dengan produksi sekitar 1,3 juta ton dan ekspor mencapai 1,18 juta ton.

Meski produksi turun tajam, penurunan stok tidak lebih dalam karena impor meningkat signifikan. Impor minyak sawit Malaysia pada Februari melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 76.276 ton, dibandingkan 32.316 ton pada Januari.

Kepala riset broker minyak nabati Sunvin Group, Anilkumar Bagani, mengatakan lonjakan impor dipicu oleh harga minyak sawit Indonesia yang lebih murah dibandingkan pasokan Malaysia.

Menurut dia, banyak pelaku pasar mempercepat pengiriman dari Indonesia sebelum tarif pungutan ekspor tambahan mulai berlaku pada Maret.

Baca Juga: Malaysia Turunkan Harga Referensi CPO Bulan Februari 2026

Pemerintah Indonesia sebelumnya menaikkan pungutan ekspor minyak sawit mentah menjadi 12,5% dari harga referensi, dari sebelumnya 10%. Kebijakan ini bertujuan mendanai peningkatan mandat campuran biodiesel di dalam negeri.

Pelaku pasar memperkirakan stok minyak sawit Malaysia masih berpotensi turun pada Maret karena produksi biasanya terus melemah secara musiman. Namun besarnya penurunan akan sangat bergantung pada kinerja ekspor.

Seorang pedagang dari perusahaan perdagangan global di Mumbai mengatakan ekspor pada 10 hari pertama Maret menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Ia menambahkan, konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah juga berpotensi mendongkrak permintaan minyak sawit.

Baca Juga: Impor Minyak sawit India Turun pada September 2025, Gapki Beberkan Sebabnya

Kenaikan harga minyak mentah dan tarif pengiriman dapat meningkatkan penggunaan minyak sawit, baik untuk bahan bakar biodiesel maupun kebutuhan pangan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×