kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

Stok Fuel Oil di Singapura Naik 3 Minggu Berturut-turut, Permintaan Bunker Melambat


Kamis, 12 Maret 2026 / 17:45 WIB
Stok Fuel Oil di Singapura Naik 3 Minggu Berturut-turut, Permintaan Bunker Melambat
ILUSTRASI. Kilang Minyak di Singapura (REUTERS/Edgar Su)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Stok fuel oil di tangki onshore Singapura meningkat untuk minggu ketiga berturut-turut, menurut data dari Enterprise Singapore.

Menyusul permintaan spot untuk bahan bakar kapal (bunker fuel) melemah setelah harga melonjak, kata sumber perdagangan, Kamis (12/3/2026).

Peningkatan stok ini menunjukkan pasokan saat ini masih tersedia, meski pasar tengah khawatir bahwa kedatangan pasokan akan menipis secara tajam akibat konflik AS-Iran yang menghambat pengiriman dari Selat Hormuz.

Baca Juga: Hong Kong Tangkap 8 Orang Terkait Kasus Insider Trading Hedge Fund dan Broker

Sumber perdagangan memperkirakan stok akan menurun mulai akhir Maret atau awal April karena pasokan dari eksportir utama Timur Tengah menurun, dengan pengiriman terhambat di Teluk.

Hingga minggu yang berakhir 11 Maret, stok fuel oil residual Singapura naik 3,7% menjadi 24,16 juta barel (sekitar 3,8 juta ton metrik), menurut Enterprise Singapore.

Impor dan Ekspor Melambat

Impor fuel oil juga menunjukkan perlambatan, turun 62,5% secara mingguan menjadi sekitar 489.000 ton, sebagian besar berasal dari impor tidak langsung dari hub penyimpanan Malaysia.

Sementara itu, ekspor dari tangki onshore Singapura juga turun 49,4% menjadi sekitar 254.000 ton. China tetap menjadi tujuan utama ekspor, serupa dengan minggu sebelumnya.

Baca Juga: Harga Gadget Terancam! Komponen Layar Jadi Mahal Imbas Konflik Iran

Permintaan bunker di Singapura melambat dalam beberapa sesi terakhir setelah harga dan premi melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah.

Beberapa pengapalan menunda pembelian spot kecuali ada kebutuhan mendesak, karena harga dianggap terlalu tinggi.

Harga fuel oil, yang sebagian besar digunakan untuk bahan bakar kapal, diperkirakan akan tetap tinggi karena ekspektasi pasokan yang lebih ketat dalam beberapa minggu mendatang.

Selisih harga spot untuk fuel oil dengan kandungan sulfur tinggi maupun rendah naik signifikan dan tetap tinggi minggu ini.

Baca Juga: PayPay IPO Terbesar Dekade Ini, Mengapa Harganya di Bawah Ekspektasi?

Data Perdagangan Mingguan Fuel Oil (dalam ton metrik)

  • Total impor: 488.661
  • Total ekspor: 254.321
  • Saldo bersih impor: 234.340

Beberapa negara pengimpor terbesar termasuk Malaysia (impor 191.271 ton), Uni Emirat Arab (69.937 ton), Jepang (47.650 ton), dan Indonesia (17.280 ton). Sementara pengeluaran terbesar ke China mencapai 155.350 ton.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×