kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

Harga Gadget Terancam! Komponen Layar Jadi Mahal Imbas Konflik Iran


Kamis, 12 Maret 2026 / 17:30 WIB
Harga Gadget Terancam! Komponen Layar Jadi Mahal Imbas Konflik Iran
ILUSTRASI. SAMSUNG ELEC-CHIP/ (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Memanasnya konflik di Iran dan lonjakan harga minyak dunia mulai memunculkan kekhawatiran baru bagi industri teknologi global. Kenaikan harga energi dinilai berpotensi mendorong biaya produksi komponen elektronik, termasuk layar perangkat pintar.

Mengutip Reuters (12/3), Presiden sekaligus CEO Chung Yi mengatakan, kenaikan harga minyak yang cepat dapat meningkatkan biaya energi dan bahan baku yang digunakan dalam industri teknologi. Kondisi ini dinilai menambah tekanan pada sektor tersebut yang sebelumnya sudah dibebani oleh mahalnya harga chip semikonduktor.

“Ketika harga minyak naik, harga bahan baku tersebut juga akan ikut naik,” ujar Chung Yi kepada Reuters, Kamis (12/3).

Menurutnya, banyak material yang digunakan dalam produksi layar elektronik berasal dari turunan minyak mentah. Salah satunya adalah berbagai jenis film yang menjadi komponen penting dalam pembuatan panel layar.

Chung menilai, jika tren kenaikan harga minyak berlanjut, tekanan biaya bagi industri teknologi bisa semakin besar. “Jika hal ini benar-benar terjadi, saya memperkirakan beban biaya akan meningkat secara signifikan,” katanya.

Baca Juga: Samsung Mulai Kirim Chip HBM4, Tancap Gas Kejar Ketertinggalan di Balapan AI

Sebagai informasi, Samsung Display merupakan unit bisnis dari Samsung Electronics yang memproduksi panel layar untuk berbagai perangkat elektronik. Produk perusahaan ini digunakan pada iPhone dan MacBook milik Apple, serta ponsel yang diproduksi Samsung Electronics.

Kenaikan biaya produksi di tingkat pemasok komponen berpotensi merembet ke harga perangkat elektronik konsumen. Apalagi, industri teknologi saat ini masih berupaya menyeimbangkan permintaan pasar dengan tekanan biaya dari rantai pasok global.

Jika harga energi terus melonjak, produsen perangkat kemungkinan harus menghadapi dilema antara menjaga margin keuntungan atau menyesuaikan harga jual produk mereka.

Baca Juga: ByteDance Kembangkan Chip AI Sendiri, Jajaki Kerja Sama Produksi dengan Samsung


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×