Sumber: Channel News Asia | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Kasus pencabulan (outrage of modesty) di Singapura meningkat pada 2025, seiring kenaikan keseluruhan kejahatan fisik sebesar 4,4%, menurut data tahunan yang dirilis Singapore Police Force (SPF) pada Selasa (24/2/2026) dilansir dari Channelnewsasia.
Tercatat 1.531 kasus pencabulan pada 2025, naik 7,3% dari 1.427 kasus pada 2024. Angka tersebut menyumbang sekitar 7,3% dari total 20.857 kasus kejahatan fisik yang dilaporkan tahun lalu, meningkat dari 19.969 kasus pada 2024.
Baca Juga: Yen Tertekan Usai Laporan Takaichi, Dolar Australia Menguat karena Inflasi
SPF menyebut pencabulan dan pencurian di dalam hunian sebagai dua kejahatan yang menjadi perhatian utama pada 2025, meskipun kasus pencurian toko dan voyeurisme menunjukkan penurunan.
Lebih dari Separuh Pelaku Dikenal Korban
Lebih dari setengah kasus pencabulan melibatkan pelaku yang dikenal korban. Tiga lokasi utama terjadinya kasus adalah:
- Properti residensial (372 kasus)
- Transportasi umum (164 kasus)
- Tempat hiburan umum (115 kasus)
- Kasus di pusat perbelanjaan turun menjadi 103 pada 2025, dari 135 pada 2024.
Baca Juga: Harga Minyak Bertahan Dekat Level Tertinggi Tujuh Bulan Jelang Perundingan AS-Iran
Polisi menyatakan akan terus bekerja sama dengan operator transportasi dan pemangku kepentingan lain untuk meningkatkan patroli bersama dan penyebaran imbauan pencegahan kejahatan.
Masyarakat diminta tetap waspada, terutama di area ramai, serta segera melapor jika menyaksikan atau menjadi korban pencabulan.
Pencurian di Asrama Pekerja Asing Naik Tajam
Kasus pencurian di dalam hunian turun tipis 0,9% menjadi 1.500 kasus pada 2025. Namun, kasus di asrama pekerja asing melonjak 57,4% menjadi 85 kasus, dari 54 pada tahun sebelumnya.
Sebagian besar pelaku merupakan sesama penghuni kamar yang mengambil barang pribadi korban saat korban tidur atau lengah. SPF menyatakan akan meningkatkan edukasi dan program pencegahan kejahatan di asrama.
Baca Juga: Harga Emas Stabil US$5.146 Rabu (25/2) Pagi, Penguatan Dolar Tahan Kenaikan
Pencurian Toko dan Voyeurisme Menurun
Kasus pencurian toko turun 3% menjadi 4.109 kasus, namun tetap menyumbang hampir seperlima dari total kejahatan fisik.
Sebanyak 578 remaja berusia 10 hingga 19 tahun ditangkap atas kasus pencurian toko pada 2025.
Sebagian besar pencurian terjadi di supermarket dan toko kecantikan. Barang yang dicuri umumnya bernilai di bawah S$50, seperti makanan, minuman, produk perawatan pribadi, pakaian, dan aksesori.
SPF mengaitkan penurunan ini dengan program Shop Theft Awareness for Retailers (STAR), yang melibatkan lebih dari 1.100 gerai, termasuk peritel besar seperti NTUC FairPrice, Sheng Siong, Watsons, Sephora, dan Challenger.
Watsons juga tengah mengeksplorasi penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi perilaku mencurigakan di toko.
Kasus voyeurisme, termasuk upskirt, turun 6,4% menjadi 486 kasus pada 2025.
Sebagian besar terjadi di properti residensial (146 kasus), pusat perbelanjaan (91 kasus), dan transportasi umum (48 kasus). Mayoritas pelaku di lokasi residensial dikenal korban.
Baca Juga: OCBC Proyeksikan Pendapatan 2026 Stabil, Laba Kuartal IV 2025 Naik 3%
Kejahatan Berat Tetap Terkendali
Terdapat tujuh kasus pembunuhan pada 2025, turun dari 10 pada 2024. Dalam lima kasus, pelaku dikenal korban.
Insiden kejahatan terkait pisau relatif stabil dalam tiga tahun terakhir, dengan 137 kasus pada 2025.
Kasus pembobolan rumah turun 8,5% menjadi 108 kasus, sekitar 0,5% dari total kejahatan fisik.
Direktur Departemen Operasi SPF Senior Assistant Commissioner Leon Chan mengatakan, tingkat kejahatan di Singapura tetap terkendali.
“Dengan dukungan para pemangku kepentingan dan masyarakat, kami yakin dapat mempertahankan tingkat kejahatan yang rendah dan memastikan Singapura tetap menjadi salah satu kota teraman di dunia,” ujarnya.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)