Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Otoritas Hong Kong pada Kamis (12/3/2026) mengumumkan penangkapan delapan orang dalam penyelidikan praktik insider trading yang melibatkan dua perusahaan pialang dan satu hedge fund.
Penindakan ini disebut sebagai langkah terbesar dalam beberapa tahun terakhir terhadap industri keuangan di kota itu.
Pengumuman resmi tidak menyebut nama perusahaan, namun pialang Guotai Junan International menyatakan telah menjalani penggeledahan pekan ini.
Baca Juga: Harga Gadget Terancam! Komponen Layar Jadi Mahal Imbas Konflik Iran
Sumber yang mengetahui kasus ini mengidentifikasi bahwa CLSA, unit dari Citic Securities, dan hedge fund Infini Capital juga menjadi subjek penyelidikan.
Citic dan Guotai Junan merupakan dua perusahaan pialang terbesar di China. Mereka bersama dengan pihak lain yang ditangkap termasuk sejumlah eksekutif senior.
Penyelidikan ini dilakukan oleh Securities and Futures Commission (SFC) Hong Kong bekerja sama dengan Independent Commission Against Corruption (ICAC), terkait dengan aktivitas penempatan saham (share placements).
Otoritas Hong Kong menuding pemilik hedge fund tersebut menawarkan lebih dari HK$4 juta (sekitar US$511.000) sebagai suap untuk memperoleh informasi rahasia terkait penjualan saham perusahaan yang terdaftar di bursa Hong Kong sebelum diumumkan ke publik.
Saat informasi tersebut diumumkan, harga saham turun, dan hedge fund diduga memperoleh keuntungan sekitar HK$315 juta dari posisi short.
Baca Juga: PayPay IPO Terbesar Dekade Ini, Mengapa Harganya di Bawah Ekspektasi?
Operasi gabungan yang diberi nama kode "Fuse" ini menggeledah 14 lokasi, termasuk kantor perusahaan dan rumah para tersangka yang terdiri dari enam pria dan dua wanita.
Dampak pasar terlihat signifikan. Saham Guotai Junan International dan induknya, Guotai Haitong, turun masing-masing 4,2%, sementara saham Citic di Hong Kong turun 1,7%.
Kasus ini menambah tekanan bagi sponsor IPO dan agen penempatan saham untuk meningkatkan standar uji tuntas (due diligence), di tengah booming pasar IPO Hong Kong.
Tahun lalu, Hong Kong menjadi pusat pencatatan saham terbesar di dunia, dengan penggalangan dana naik 164% menjadi US$103 miliar, terutama dari perusahaan China.
Hedge fund Infini Capital sendiri aktif dalam IPO dan penempatan saham, mendukung sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk perusahaan AI SenseTime dan Phancy Group (sebelumnya Fourth Paradigm).
Baca Juga: Bursa Saham Negara Berkembang Ambruk Tertekan Perang Iran Terus Berlanjut
Tahun lalu, Infini menandatangani kemitraan strategis dengan perusahaan robot humanoid Ubtech Robotics untuk menyediakan pembiayaan hingga US$1 miliar.
Pendiri Infini, Tony Chin, mantan bankir Morgan Stanley, juga tercatat sebagai pemegang saham dan anggota dewan beberapa startup yang kini menjadi pemimpin industri.
Selain itu, ia mendirikan tim basket profesional Hong Kong Bulls, satu-satunya tim di Hong Kong yang berlaga di National Basketball League China.
Kasus ini menjadi peringatan bagi pasar Hong Kong yang tengah hangat dengan IPO, menekankan perlunya kepatuhan ketat dan pengawasan terhadap praktik perdagangan internal yang merugikan pasar.













