kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45886,23   -14,59   -1.62%
  • EMAS1.338.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

China Agresif, Filipina-AS Melakukan Pelayaran Bersama di Laut China Selatan


Selasa, 05 September 2023 / 06:28 WIB
China Agresif, Filipina-AS Melakukan Pelayaran Bersama di Laut China Selatan
ILUSTRASI. Kapal nelayan Filipina berlayar di kawasan?Scarborough Shoal, Laut China Selatan, yang disengketakan dengan China.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MANILA. Kapal angkatan laut Filipina dan Amerika Serikat melakukan pelayaran bersama melalui sebagian Laut China Selatan yang terletak di zona ekonomi eksklusif negara Asia Tenggara tersebut. Demikian pernyataan militer Manila pada hari Senin (4/9/2023).

Melansir Reuters, menurut Komando Barat Angkatan Bersenjata Filipina, ini adalah pertama kalinya Filipina dan Washington melakukan pelayaran bersama di perairan sebelah barat pulau Palawan.

Perwujudan kerja sama antara AS dan Filipina terjadi pada saat ketegangan meningkat antara Manila dan Beijing, yang mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan.

Fregat berpeluru kendali Angkatan Laut Filipina BRP Jose Rizal dan kapal perusak berpeluru kendali kelas Alrleigh Burke Angkatan Laut AS USS Ralph Johnson berpartisipasi dalam pelayaran bersama tersebut, di mana kapal-kapal berlatih bermanuver di dekat kapal lain.

“Acara ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi Angkatan Laut Filipina dan Angkatan Laut Indo-Pasifik AS untuk menguji dan menyempurnakan doktrin maritim yang ada,” kata Komando Barat dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Rilis Peta Baru, China Provokasi India

Manila telah berulang kali mengeluhkan apa yang digambarkannya sebagai tindakan “agresif” China di Laut China Selatan, termasuk penggunaan meriam air oleh penjaga pantainya terhadap kapal Filipina yang sedang melakukan misi pasokan pada 5 Agustus.

China telah membangun pulau-pulau buatan manusia yang dimiliterisasi di Laut China Selatan dan klaim kedaulatan bersejarahnya tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Indonesia.

Baca Juga: 4 Negara Ini Meradang, Tolak Peta Laut China Selatan Terbaru China

Filipina memenangkan putusan arbitrase internasional melawan China pada tahun 2016, setelah pengadilan mengatakan klaim kedaulatan Beijing atas sebagian besar Laut China Selatan tidak memiliki dasar hukum.




TERBARU

[X]
×