kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.015   32,00   0,18%
  • IDX 6.174   -22,50   -0,36%
  • KOMPAS100 806   -5,49   -0,68%
  • LQ45 611   -3,58   -0,58%
  • ISSI 214   -0,55   -0,26%
  • IDX30 344   -2,04   -0,59%
  • IDXHIDIV20 426   -2,92   -0,68%
  • IDX80 92   -0,59   -0,64%
  • IDXV30 116   -0,54   -0,46%
  • IDXQ30 110   -0,86   -0,78%

China akan memangkas tarif impor asal AS senilai US$ 75 miliar


Kamis, 06 Februari 2020 / 15:17 WIB
ILUSTRASI. China akan memangkas tarif impor asal AS senilai US$ 75 miliar mulai 14 Februari 2020. Ng Han Guan/Pool via REUTERS


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China akan memangkas tarif hukuman impor asal AS senilai US$ 75 miliar mulai 14 Februari nanti. Langkah itu dilakukan sebulan setelah Beijing dan Washington menandatangani gencatan senjata dalam perang dagang mereka.

Pengurangan akan berlaku untuk pungutan 5% dan 10% yang dikenakan pada lebih dari 1.700 item pada bulan September, menurut Komisi Tarif Dewan Negara China. Produk yang terkena tarif 10% termasuk makanan laut segar, unggas, dan kedelai.

Baca Juga: Bank Sentral Eropa: Wabah corona, lapisan baru ketidakpastian ekonomi

Tarif juga berlaku untuk barang-barang seperti lampu tungsten untuk keperluan ilmiah dan medis, serta beberapa jenis pesawat. Langkah ini bertujuan untuk "Mempromosikan perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan China-AS yang sehat dan stabil," kata Komisi dalam sebuah pernyataan kutip channelnewsasia dari AFP.

"Berharap bahwa kedua belah pihak akan dapat mematuhi perjanjian mereka, berusaha untuk mengimplementasikan konten yang relevan, (dan) meningkatkan kepercayaan pasar" tambahnya.

Baca Juga: Awal tahun, optimisme pelaku usaha diprediksi makin lesu

AS dan China pada Januari menandatangani kesepakatan parsial yang mengurangi ketegangan dalam perang dagang mereka. Beijing setuju untuk membeli tambahan barang-barang Amerika senilai US$ 200 miliar selama dua tahun ke depan.

Pengurangan tarif juga terjadi saat China bergulat dengan kekurangan sumber daya dalam perjuangannya melawan virus corona baru, yang telah merenggut lebih dari 560 nyawa.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×