China Berencana Melonggarkan Aturan Masuk Perbatasan bagi Turis Asing

Selasa, 20 September 2022 | 11:04 WIB Sumber: Reuters
China Berencana Melonggarkan Aturan Masuk Perbatasan bagi Turis Asing

ILUSTRASI. Pemerintah China mengeluarkan rancangan aturan yang bertujuan memudahkan beberapa orang asing masuk ke China. REUTERS/Lam Yik

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pemerintah China mengeluarkan rancangan aturan yang bertujuan memudahkan beberapa orang asing masuk ke China untuk kunjungan ke lokasi wisata di sepanjang perbatasan China.

Mengutip Reuters, Selasa (20/9), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin (19/9) mengungkapkan, kelompok perjalanan yang diselenggarakan oleh agen perjalanan di daerah perbatasan di China dapat memilih pelabuhan masuk dan keluar mereka secara fleksibel. Namun, kementerian ini tidak memberikan secara spesifik lokasi dan tanggal.

China telah menutup perbatasannya untuk turis asing sejak pecahnya virus corona baru pada tahun 2020, dengan hanya kelompok warga negara asing tertentu yang diizinkan masuk ke negara itu, seperti mereka yang memegang visa kerja tertentu.

Baca Juga: Xi Jinping & Narendra Modi Tak Dukung Putin Soal Perang Ukraina, Ini Tanda-tandanya

Dalam beberapa bulan terakhir, aturan secara bertahap dilonggarkan, dari melanjutkan lebih banyak penerbangan langsung antara China dan beberapa negara hingga mengizinkan siswa asing dengan izin tinggal yang valid untuk memasuki China. Karantina bagi pendatang asing juga telah dikurangi.

China berbagi perbatasan dengan lebih dari 10 negara termasuk Rusia, Mongolia, Myanmar, Laos dan Vietnam.

Kota-kota China di sepanjang perbatasan sering dilanda kasus impor Covid-19 terkait dengan penyeberangan darat baik orang asing maupun warga negara China.

"Saya pikir pariwisata lintas batas akan pulih, meskipun saya tidak dapat memprediksi kapan," kata Yang Jinsong, kepala lembaga pariwisata internasional di Akademi Pariwisata China, sebuah lembaga think thank negara.

"Itu tergantung pada situasi Covid dan efek dari langkah-langkah pengendalian virus, yang tidak dapat diputuskan oleh departemen pariwisata."

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru