kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Robert Kiyosaki Borong Perak US$50.000, Pasang Target Harga US$200 pada 2026


Rabu, 11 Februari 2026 / 12:15 WIB
Robert Kiyosaki Borong Perak US$50.000, Pasang Target Harga US$200 pada 2026
ILUSTRASI. Robert Kiyosaki borong perak US$50.000 dengan target fantastis. Simak mengapa ia yakin perak bakal meroket hingga 144%! (Facebook/RobertKiyosaki)


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Robert Kiyosaki, investor ternama sekaligus penulis buku laris Rich Dad Poor Dad, kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan pembelian besar perak senilai sekitar US$50.000.

Langkah ini ia sampaikan melalui platform X, bersamaan dengan proyeksi ambisius bahwa harga perak akan menembus US$200 per ons pada 2026.

Pembelian tersebut dilakukan saat harga perak terkoreksi naik ke level US$82 per ons. Kiyosaki diketahui membeli tambahan 600 keping U.S. Silver Eagles, masing-masing berbobot satu ons.

Baca Juga: Ramalan Kiyosaki: Perak Bakal Tembus US$ 200, Ini Strategi Belinya

Keputusan ini, menurutnya, didorong oleh keyakinan jangka panjang terhadap logam mulia tersebut yang ia nilai berpotensi mengalami lonjakan harga signifikan dalam waktu dekat.

Apabila prediksi Kiyosaki terealisasi, maka investasi peraknya saat ini berpotensi mencatat apresiasi hampir 144% sepanjang 2026.

Alasan Kiyosaki Picu Skeptisisme

Namun, pengumuman ini tidak lepas dari sorotan skeptis. Grant Cardone, investor dana ekuitas dan properti dengan aset kelolaan sekitar US$5 juta, mempertanyakan motif di balik keputusan Kiyosaki.

Ia bahkan melontarkan komentar bernada sindiran dengan menanyakan apakah Kiyosaki dipengaruhi oleh filosofi “Rich Dad” atau “Poor Dad” dalam langkah investasinya.

Peringatan Kiyosaki soal Dolar AS

Dalam pernyataan terpisah, Kiyosaki kembali memperingatkan pengikutnya mengenai risiko menyimpan kekayaan dalam mata uang fiat, khususnya dolar AS yang kerap ia sebut sebagai “uang palsu”.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Tepis Tuduhan Bohong soal Pembelian Bitcoin

Menurutnya, para penabung dolar AS adalah “pihak yang paling dirugikan”. Pandangan ini muncul di tengah pelemahan Indeks Dolar AS (U.S. Dollar Index) yang mencatat penurunan lebih dari 10% dalam setahun terakhir. Indeks ini mengukur nilai dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

Ketidakpastian prospek dolar AS juga diperkuat oleh dinamika kebijakan moneter ke depan. Pilihan Presiden Donald Trump untuk Ketua The Fed berikutnya, Kevin Warsh, dikenal sebagai sosok hawkish yang cenderung ketat dalam kebijakan moneter.

Namun di sisi lain, ia juga diperkirakan berada di bawah tekanan politik untuk memangkas suku bunga demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, laporan pada 9 Februari menyebutkan bahwa China mulai menginstruksikan institusi keuangannya untuk secara drastis mengurangi eksposur terhadap aset-aset AS, sehingga menambah ketidakpastian terhadap stabilitas fiskal Negeri Paman Sam.

Kontroversi Pernyataan Kiyosaki

Pengumuman pembelian perak ini juga muncul tak lama setelah Kiyosaki menuai kontroversi. Ia sebelumnya mengakui bahwa dirinya sudah lama tidak membeli Bitcoin (BTC), tidak membeli emas selama beberapa dekade, dan tidak membeli perak sejak akhir 2025.

Pernyataan ini tampak bertentangan dengan unggahan-unggahannya terdahulu yang mengklaim dirinya aktif membeli aset-aset tersebut sekaligus mendorong para pengikutnya untuk melakukan hal yang sama.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Prediksi Harga Emas Tembus US$27.000

Menanggapi kritik tersebut, Kiyosaki menegaskan bahwa keyakinannya terhadap nilai jangka panjang Bitcoin, emas, dan perak tidak berubah. Namun, ia juga memperkeruh situasi dengan pernyataan, “Saya tidak tahu kapan saya memperoleh aset-aset ini, tetapi saya senang telah memilikinya.”

Target Harga Perak US$200: Realistis atau Spekulatif?

Proyeksi harga perak US$200 per ons dalam waktu kurang dari dua tahun tentu memicu perdebatan di kalangan investor. Kiyosaki menilai kombinasi pelemahan dolar AS, ketidakpastian ekonomi global, serta pergeseran geopolitik sebagai faktor pendorong utama lonjakan harga logam mulia.

Meski demikian, sebagian analis menilai target tersebut sangat agresif dan lebih bersifat spekulatif ketimbang berbasis fundamental jangka pendek.

Bagi para investor, langkah Kiyosaki ini kembali menegaskan posisinya sebagai pendukung keras aset lindung nilai seperti emas, perak, dan kripto, terutama di tengah ketidakpastian arah ekonomi global dan kebijakan moneter Amerika Serikat.

Selanjutnya: IHSG Menguat ke 8.261,9 di Akhir Sesi Pertama, Top Gainers LQ45: BUMI, BRPT, INCO

Menarik Dibaca: Cara Mencegah Hidden Hunger pada Anak, Orang Tua Perlu Perhatikan Ini




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×