kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

China karantina nanas dan pisang Filipina


Rabu, 30 Mei 2012 / 11:29 WIB
ILUSTRASI. Efek samping vaksin Covid-19 juga bisa dialami oleh anak-anak. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.


Reporter: Asnil Bambani Amri, | Editor: Asnil Amri

BEIJING. Otoritas karantina di China menyatakan tetap mempertahankan kebijakan karantina terhadap buah yang diimpor dari Filipina. Demikian dikatakan oleh otoritas karantina China saat otoritas karantina Filipina datang berkunjung ke Beijing akhir pekan lalu.

Otoritas China menyatakan, kebijakan karantina yang diberlakukan untuk impor buah dari Filipina itu untuk melindungi masuknya organisme berbahaya dari Filipina. Selain itu, China beralasan, negaranya mesti menjaga kesehatan dan ekologi bangsanya.

Selain menetapkan kebijakan karantina, China menolak tawaran Filipina untuk mengirim personil untuk membantu pemeriksaan buah yang dikirim dari Filipina. China menyatakan, permintaan China itu tidak sesuai dengan konvensi internasional atau-pun hukum di China.

Sebelumnya, China menemukan adanya organisme berbahaya dari buah yang diimpornya dari Filipina. Otoritas China menyatakan, serangga berbahaya tersebut ditemukan pada buah nanas, pisang serta buah lainnya yang diimpor dari Filipina.




TERBARU

[X]
×