kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

China kembali kritik keputusan Jepang yang membuang limbah radioaktif ke laut


Kamis, 29 April 2021 / 08:23 WIB
China kembali kritik keputusan Jepang yang membuang limbah radioaktif ke laut
ILUSTRASI. Pemandangan udara menunjukkan tangki penyimpanan untuk air olahan di PLTN Fukushima Daiichi yang lumpuh akibat tsunami di kota Okuma, prefektur Fukushima, Jepang 13 Februari 2021.

Sumber: AP | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China kembali melayangkan kritik keras kepada Jepang terkait kebijakan pembuangan limbah air radioaktif dari PLTN Fukushima yang dianggap berbahaya bagi lingkungan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, pada hari Rabu (28/4) menyampaikan kritik kerasnya dengan menyebut tindakan tersebut sangat tidak bertanggung jawab.

Zhao jadi salah satu pejabat China yang cukup lantang menyuarakan protesnya di media sosial. Pemerintah Jepang bahkan sempat mengkritik cuitan Zhao di media sosial Twitter.

Kritik Jepang kembali ditanggapi dengan keras oleh Zhao, menyebut Jepang munafik, tidak menerima kritik, dan tidak mempedulikan nasib negara tetangganya.

"Pihak Jepang harus mengakui tanggung jawabnya, memenuhi kewajiban internasionalnya dan mencabut keputusannya yang salah," ungkap Zhao dalam pengarahan hariannya, seperti dikutip AP.

Baca Juga: China tantang pejabat Jepang minum air limbah Fukushima untuk membuktikan keamanannya

Pada 26 April lalu, Zhao mengunggah gambar lukisan ikonik asal Jepang "The Great Wave off Kanagawa" dengan tambahan ilustrasi pelaut yang membuang limbah nuklir ke laut.

Cuitan Zhao mendapat kritik dari banyak pihak Jepang yang menganggap Zhao menghina kebudayaan dan adat Jepang.

“Beberapa pejabat Jepang telah berpura-pura tuli dan bodoh. Lalu mengapa mereka sangat marah dengan gambar ini?" balas Zhao.

Jepang segera alirkan limbah air radioaktif ke laut

Pemerintah Jepang pada 13 April lalu memutuskan untuk membuang air radioaktif yang diolah di PLTN Fukushima Daiichi ke laut. Keputusan ini baru diambil satu dekade setelah gempa bumi besar dan tsunami memicu tiga ledakan PLTN Fukushima pada Maret 2011 silam.

Air dalam jumlah besar terus dipompa ke dalam kompleks PLTN untuk mendinginkan bahan bakar yang meleleh, bercampur dengan hujan dan air tanah yang juga telah terkontaminasi.

Baca Juga: China ajak Jepang bekerja sama untuk kelola limbah air radioaktif Fukushima




TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×