kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

China Kembali Menolak Seruan AS untuk Mengizinkan Taiwan Aktif di WHO


Selasa, 17 Mei 2022 / 13:36 WIB
China Kembali Menolak Seruan AS untuk Mengizinkan Taiwan Aktif di WHO
ILUSTRASI. Bendera nasional China dan bendera nasional AS.


Sumber: Xinhua | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China kembali menolak desakan AS untuk menandatangani RUU yang akan membantu Taiwan mendapatkan kembali status pengamat di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). China juga meminta AS untuk lebih berhati-hati dalam menangani masalah terkait Taiwan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, pada hari Senin (16/5) menegaskan bahwa hubungan internasional China tetap akan berlandaskan pada prinsip satu-China. Atas dasar itu, China menganggap Taiwan harus mengikuti aturannya.

"Menurut resolusi yang relevan dari Majelis Umum PBB dan Majelis Kesehatan Dunia, partisipasi wilayah Taiwan dalam kegiatan WHO harus ditangani sesuai dengan prinsip satu-China," kata Zhao, seperti dikutip Xinhua.

Baca Juga: Australia Laporkan Kehadiran Kapal Mata-Mata China di Lepas Pantai Baratnya

Presiden AS Joe Biden telah menandatangani RUU untuk mengarahkan Menteri Luar Negeri China agar bersedia mengembangkan strategi yang dapat mendorong Taiwan mendapatkan kembali status pengamat di WHO.

 Zhao menegaskan bahwa China sangat mementingkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Taiwan. Aturan yang tepat pun telah disiapkan jika Taiwan mengikuti prinsip satu-China.

"Kami sangat mementingkan kesejahteraan kesehatan rekan-rekan Taiwan kami. Pemerintah pusat China telah membuat pengaturan yang tepat untuk partisipasi mereka di kawasan dalam urusan kesehatan global di bawah prasyarat mengikuti prinsip satu-China," lanjut Zhao.

Sebagai respons atas ajakan AS, China justru mendesak rivalnya itu untuk bersama-sama mematuhi prinsip satu-China dan Tiga Komunike Bersama AS-China untuk mengatur langkah Taiwan dalam hubungan internasional.

Baca Juga: Angkatan Udara AS Klaim Telah Berhasil Menguji Senjata Hipersonik Pertamanya




TERBARU

[X]
×