kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

China membawa pesimisme dalam pembicaraan perdagangan dengan Amerika pada minggu ini


Selasa, 08 Oktober 2019 / 22:57 WIB

China membawa pesimisme dalam pembicaraan perdagangan dengan Amerika pada minggu ini
ILUSTRASI. Bendera China, Partai Komunis China, dan Amerika Serikat

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China nampaknya tak berharap banyak dalam pembicaraan perdagangan dengan Amerika Serikat untuk mencapai perdamaian soal perang dagang. Serangan dari Presiden AS Donald Trump akhir-akhir ini menekan ekspektasi China jelang pertemuan.

Dilansir dari South China Morning Post, pemerintah China secara halus mengurangi ekspektasi menjelang pembicaraan tingkat tinggi pada pekan ini dengan Amerika Serikat di Washington karena masing-masing masih belum bersepakat soal hal-hal mendasar.

Baca Juga: Jelang pembicaraan dagang, tensi AS-China malah kembali memanas

Wakil Perdana Menteri China Liu He sekali lagi memimpin delegasi China ke Washington untuk pembicaraan pada hari Kamis dan Jumat pekan ini untuk menggelar pertemuan pertama antara negosiator terkemuka di Amerika.

Tetapi pada kesempatan ini, yang merupakan perundingan putaran ke-13 antara kedua belah pihak, Liu tidak akan membawa gelar 'utusan khusus' dari Presiden China Xi Jinping, yang merupakan sebuah indikasi awal bahwa pejabat berusia 67 tahun ini belum diberikan instruksi khusus dari pemimpin Tiongkok.

Seorang sumber, yang telah diberi pengarahan tentang persiapan untuk pembicaraan perdagangan mengatakan kepada South China Morning Post bahwa delegasi China dapat mempersingkat masa tinggal mereka di Washington.

"Rencana awal untuk delegasi China adalah meninggalkan Washington pada 12 Oktober, tetapi keberangkatan dapat dimajukan ke tanggal 11," kata sumber tersebut.

"Tidak banyak optimisme dalam pertemuan ini," ujar dia.

Baca Juga: China tidak berniat intervensi urusan AS terkait saran Trump untuk menyelidiki Biden

Kedua pihak tetap berselisih tentang apa yang menyebabkan gagalnya pembicaraan pada Mei lalu, dengan AS menyalahkan China karena mengingkari janji-janji sebelumnya pada menit terakhir.Ssementara Beijing menuduh Washington berusaha melanggar kedaulatan ekonomi Tiongkok.


Sumber : South China Morning Post
Editor: Tendi

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×