kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.911   56,00   0,31%
  • IDX 6.338   -46,78   -0,73%
  • KOMPAS100 828   -6,82   -0,82%
  • LQ45 630   -3,89   -0,61%
  • ISSI 220   -2,16   -0,97%
  • IDX30 350   -2,72   -0,77%
  • IDXHIDIV20 437   -2,98   -0,68%
  • IDX80 94   -0,68   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,47%
  • IDXQ30 113   -0,76   -0,67%

China Minta Eropa Hindari Perang Dagang, Ada Apa?


Selasa, 22 September 2026 / 08:52 WIB
China Minta Eropa Hindari Perang Dagang, Ada Apa?
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri China Wang Yi (NULL/Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - China meminta Eropa menghindari perang dagang di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara kedua pihak.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan, hubungan ekonomi China dan Eropa seharusnya diperkuat melalui dialog dan kerja sama.

Pernyataan tersebut disampaikan Wang dalam pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul, menurut Kementerian Luar Negeri China, Senin (21/9/2026).

Baca Juga: Permintaan Rudal Jarak Jauh Naik, Lockheed Martin Dapat Kontrak US$1,2 Miliar

"China dan Uni Eropa merupakan mitra strategis komprehensif; China dan Eropa seharusnya tidak terlibat dalam perang dagang," kata Wang, seperti dikutip Reuters.

Wang mengatakan penguatan kerja sama bilateral yang saling menguntungkan sejalan dengan kepentingan kedua pihak.

China juga mendorong Beijing dan Eropa mencari solusi atas berbagai persoalan perdagangan melalui dialog dan konsultasi.

China berharap Jerman mempertahankan pendekatan yang rasional dan pragmatis serta memainkan peran positif di dalam Uni Eropa.

Wang juga meminta Berlin mendorong perdagangan bebas dan menolak proteksionisme.

Seruan tersebut muncul ketika hubungan dagang China dan Uni Eropa menghadapi sejumlah persoalan.

Negara-negara Eropa menyoroti ketidakseimbangan perdagangan dengan China, termasuk kekhawatiran mengenai kelebihan kapasitas industri China dan meningkatnya ekspor berbagai produk.

Uni Eropa sebelumnya juga meminta China secara sukarela membatasi ekspor mobil hibrida ke pasar Eropa untuk mencegah eskalasi konflik dagang.

Baca Juga: Yen Tertekan ke 157 per Dolar, Selisih Suku Bunga Jepang-AS Jadi Sorotan

Brussels dilaporkan menginginkan pangsa penjualan mobil hibrida China di pasar Uni Eropa dibatasi sekitar 15%.

Di sisi lain, pemerintah Jerman mengatakan kedua menteri sepakat bahwa stabilitas ekonomi global merupakan kepentingan China, Jerman dan Eropa.

Namun, Berlin menegaskan hubungan perdagangan harus didasarkan pada aturan yang adil dan menciptakan kondisi persaingan yang setara bagi pelaku usaha.

China-Eropa hadapi isu ketidakseimbangan perdagangan

Ketegangan perdagangan menjadi perhatian karena defisit perdagangan barang Uni Eropa terhadap China mencapai 360,6 miliar euro pada 2025 dan kembali melebar pada paruh pertama 2026, menurut data dan pernyataan pejabat Uni Eropa yang dikutip Reuters.

Uni Eropa menilai lonjakan ekspor China, termasuk kendaraan, baterai dan produk kimia, berkaitan dengan kelebihan kapasitas industri.

Beijing menolak pandangan tersebut dan menyebut kekhawatiran mengenai ketidakseimbangan perdagangan serta kapasitas produksi sebagai bentuk proteksionisme.

Selain persoalan perdagangan, Wang dan Wadephul turut membahas sejumlah isu geopolitik, termasuk Iran, Ukraina dan Taiwan.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Naik Tipis Selasa (22/9) Jelang Potensi Pertemuan AS-Iran di PBB

Wang meminta Jerman mengambil langkah konkret untuk menjaga hubungan China-Jerman serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Menurutnya, kondisi tersebut diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertukaran tingkat tinggi antara kedua negara.

Hubungan China dengan sejumlah negara Eropa juga menjadi perhatian Beijing setelah Taiwan meningkatkan hubungan dengan Eropa.

Wakil Presiden Taiwan Hsiao Bi-khim telah melakukan dua kunjungan ke Eropa dalam setahun terakhir, sementara Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung melakukan kunjungan ke Jerman pada Juni yang baru diungkap pada bulan berikutnya.

Pemerintah Taiwan yang terpilih secara demokratis menolak klaim kedaulatan Beijing atas Taiwan.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×