kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

China pangkas kepemilikan surat utang AS, hubungan kedua negara makin retak


Rabu, 19 Agustus 2020 / 07:09 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi perang dingin Amerika dan China. KONTAN/Fransiskus Simbolon/16/05/2019


Sumber: Global Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Masih melansir Global Times, Lian menjelaskan, penurunan pada bulan Juni juga terkait dengan penguatan yuan terhadap dollar AS selama periode tersebut, meskipun kekuatan yuan melemah dibandingkan dengan mata uang utama lainnya termasuk euro dan pound. 

"Ada kemungkinan modal mengalir ke aset berdenominasi yuan setelah penjualan surat utang AS," tambahnya seperti dikutip Global Times.

Baca Juga: Belum Selesai Dengan TikTok, Trump Siap Meminta Perusahaan Teknologi Lain Hengkang

Sentimen lainnya adalah tindakan keras AS terhadap bisnis China. Sebelumnya diberitakan, Departemen Perdagangan AS mengumumkan pada hari Senin akan memperketat pembatasan lebih lanjut pada akses Huawei ke teknologi AS dan menambahkan 38 afiliasi raksasa teknologi China itu ke Daftar Entitas.

Menurut para ahli, kecemasan akan pertikaian antara AS-China ke sektor keuangan mendukung penurunan kepemilikan surat utang AS oleh China.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×