China & Rusia Menentang Pertemuan DK PBB Terkait Korea Utara yang Diusulkan AS

Rabu, 05 Oktober 2022 | 11:17 WIB Sumber: Reuters
China & Rusia Menentang Pertemuan DK PBB Terkait Korea Utara yang Diusulkan AS

ILUSTRASI. Logo PBB di markas besarnya di New York, AS.


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. China dan Rusia kompak menentang usulan AS agar Dewan Keamanan (DK) PBB segera mengadakan pertemuan darurat untuk membahas tindakan Korea Utara atas Jepang.

Dilansir dari Reuters, Inggris, Prancis, Albania, Norwegia, dan Irlandia bergabung dengan Amerika Serikat dalam mengajukan permintaan tersebut.

Di sisi lain, China dan Rusia menentang pertemuan publik dengan alasan bahwa reaksi dewan harus kondusif untuk meredakan situasi di Semenanjung Korea.

China dan Rusia, yang memiliki hak veto, beberapa tahun terakhir mendesak agar sanksi PBB terhadap Korea Utara dilonggarkan atas dasar kemanusiaan.

Baca Juga: Respons Peluncuran Rudal Korut, Jepang Tak Menutup Peluang Serangan Balik

Dua negara juga percaya bahwa langkah itu bisa memancing Korea Utara untuk kembali melakukan pembicaraan terkait denuklirisasi yang sampai saat ini masih tersendat.

Di bawah sanksi DK PBB, Korea Utara selama bertahun-tahun dilarang melakukan uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik. Namun, serangkaian sanksi yang ada sepertinya tidak melemahkan kemampuan Korea Utara untuk membiayai program militernya.

Hari Selasa (3/10) lalu, Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik jarak menengah (IRBM). Otoritas pertahanan Jepang melaporkan bahwa rudal itu melintasi wilayahnya selama sekitar satu menit sebelum akhirnya mendarat di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) mereka.

Baca Juga: Protes Aksi Korea Utara, Militer Korea Selatan dan AS Luncurkan Rudal ke Laut

Insiden tersebut memaksa pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan keamanan dan meminta warganya untuk berlindung. Sejumlah aktivitas transportasi udara pun harus ditunda.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk peluncuran rudal Korea Utara di atas Jepang sebagai sebuah tindakan sembrono yang melanggar resolusi Dewan Keamanan.

Sebagai bentuk protes, militer Korea Selatan dan AS menggelar latihan peluncuran rudal ke laut pada hari Rabu (5/10). Keduanya juga melakukan latihan pengeboman dengan jet tempur di Laut Kuning pada hari Selasa.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru