kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

China Sebut Aktivitas Militernya di Sekitar Taiwan Wajar, Ketegangan Meningkat


Jumat, 17 April 2026 / 16:05 WIB
China Sebut Aktivitas Militernya di Sekitar Taiwan Wajar, Ketegangan Meningkat
ILUSTRASI. China tegaskan aktivitas militer di sekitar Taiwan "sepenuhnya dibenarkan". Beijing menuding Taiwan memutarbalikkan fakta, mengapa demikian? (Duan Yanbing/eng.chinamil.com.cn)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah China menegaskan bahwa aktivitas militer rutin di sekitar Taiwan merupakan tindakan yang “sepenuhnya dibenarkan dan wajar”. 

Dalam pernyataan langka pada Jumat (17/4/2026), juru bicara Kementerian Pertahanan China, Zhang Xiaogang, mengatakan Taiwan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah China.

Menurut Zhang, militer China atau People's Liberation Army secara rutin menggelar latihan dan aktivitas di wilayah udara maupun perairan sekitar Taiwan untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorial negara.

"Tentara Pembebasan Rakyat menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan latihan di perairan serta wilayah udara di sekitar pulau Taiwan untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayah, yang sepenuhnya dibenarkan, wajar, dan merupakan hal yang sewajarnya," ujar Zhang.

Baca Juga: Pengiriman iPhone di China Melonjak 20% pada Kuartal I Saat Pasar Smartphone Melemah

China, yang menganggap Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, hampir setiap hari mengirim kapal perang dan pesawat tempur ke sekitar pulau tersebut. Langkah ini terus menuai kecaman dari pemerintah Taiwan yang dipimpin secara demokratis.

China Tuduh Pemerintah Taiwan Memicu Ketegangan

Zhang juga menuding partai berkuasa di Taiwan, Democratic Progressive Party, telah memutarbalikkan aktivitas militer China.

Menurutnya, pemerintah Taiwan sengaja membesar-besarkan ancaman perang, menakut-nakuti masyarakat, serta memicu konfrontasi di Selat Taiwan.

Hubungan Beijing dan Taipei semakin memburuk sejak Presiden Taiwan Lai Ching-te mulai menjabat. China menolak berkomunikasi dengan Lai karena menganggapnya sebagai separatis.

Namun, Lai menegaskan bahwa masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh rakyat Taiwan sendiri.

Taiwan Perkuat Anggaran Pertahanan

Dalam pidatonya di sebuah pangkalan militer di selatan Taiwan pada Jumat, Lai menyatakan bahwa perdamaian hanya bisa dicapai melalui kekuatan militer yang memadai.

Ia kembali mendesak parlemen Taiwan yang dikuasai oposisi agar segera menyetujui anggaran pertahanan khusus senilai US$ 40 miliar yang hingga kini masih tertunda.

Baca Juga: Harga Sarung Tangan Medis Melonjak Akibat Perang Iran, Ancaman Kelangkaan Meningkat

"Hanya melalui kesiapsiagaan yang berkelanjutan kita dapat mencegah ancaman — dengan siap berperang untuk menghindari perang, dan dengan memiliki kemampuan bertempur untuk menghentikan perang," kata Lai.

Dorongan Lai untuk meningkatkan belanja pertahanan mendapat dukungan dari Amerika Serikat, yang selama ini menjadi pemasok utama senjata bagi Taiwan.

Namun, China kembali meminta Washington untuk menghentikan penjualan senjata ke Taiwan. Beijing menilai langkah tersebut hanya memperburuk situasi di kawasan.

Zhang menuding Lai menggunakan uang rakyat Taiwan untuk menunjukkan loyalitas kepada AS.

Ia juga menuding AS memanfaatkan ketegangan demi keuntungan ekonomi, termasuk dari penjualan senjata.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×