Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Polisi China menahan enam anggota gereja Protestan bawah tanah yang berpengaruh pada pekan ini.
Penahanan tersebut disampaikan melalui pernyataan internal gereja kepada jemaat dan dikonfirmasi sejumlah organisasi nonpemerintah, di tengah pengetatan pengawasan pemerintah terhadap umat Kristen yang beraktivitas di luar kontrol negara.
Penahanan ini terjadi seiring meningkatnya operasi aparat terhadap gereja-gereja yang tidak terdaftar secara resmi.
Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas China melakukan penahanan berskala besar terhadap umat Kristen yang tergabung dalam gereja bawah tanah, seiring langkah Beijing memperketat pengawasan terhadap organisasi keagamaan di luar kendali Partai Komunis.
Pemerintah China sejak lama mewajibkan semua kelompok agama untuk terdaftar. Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, kontrol negara atas aktivitas keagamaan diperketat melalui berbagai regulasi dan tindakan penegakan hukum.
Baca Juga: Asosiasi Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Dibentuk, Ini Tujuannya
Organisasi keagamaan yang tidak terdaftar semakin dibatasi, termasuk dalam penggalangan dana, khotbah daring, dan pertemuan tatap muka.
Enam anggota yang ditahan berasal dari Early Rain Covenant Church, sebuah gereja rumah besar yang berbasis di Chengdu, Provinsi Sichuan. Penahanan terjadi pada Selasa, menurut pernyataan gereja dan keterangan terpisah dari Human Rights Watch.
Salah satu yang ditahan adalah pemimpin gereja saat ini, Li Yingqiang. Polisi juga menggeledah rumahnya. Hingga kini belum diketahui dasar hukum penahanan tersebut atau apakah para anggota telah dikenai dakwaan. Upaya menghubungi pihak gereja melalui media sosial tidak berhasil.
Biro keamanan publik Chengdu belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Baca Juga: Mirip Film Parasite, Warga AS Ini Tinggal di Ruang Bawah Tanah Rumah Orang Lain
Peneliti China dari Human Rights Watch, Yalkun Uluyol, mendesak pemerintah China untuk segera membebaskan para anggota yang ditahan dan menjamin kebebasan beribadah.
Data resmi menunjukkan China memiliki lebih dari 44 juta umat Kristen yang terdaftar di gereja-gereja yang disetujui negara, sebagian besar Protestan. Namun, puluhan juta lainnya diperkirakan tergabung dalam gereja rumah yang tidak terdaftar dan beribadah secara tertutup.
Pada Desember lalu, lebih dari 100 umat Kristen dari gereja-gereja bawah tanah ditahan dalam razia besar-besaran di dekat Kota Wenzhou, China timur, menurut lembaga HAM berbasis di New York, Human Rights in China.
Sementara itu, hampir 30 pendeta dan staf Zion Church, gereja bawah tanah besar lainnya, ditahan dalam operasi nasional pada Oktober, yang disebut sebagai pengetatan terbesar sejak 2018.
Baca Juga: 10 Barang Harus Dihindari untuk Disimpan di Garasi, Loteng, atau Ruang Bawah Tanah
Early Rain Covenant Church didirikan pada 2008 dan pernah digerebek pada 2018. Saat itu, pendirinya, Wang Yi, bersama lebih dari 100 pendeta ditahan.
Wang kemudian dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara atas tuduhan subversi. Lembaga swadaya masyarakat memperkirakan gereja ini memiliki lebih dari 500 anggota, menjadikannya salah satu gereja rumah terbesar di China.













