kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

China tahan ekspor mineral ke Jepang


Kamis, 23 September 2010 / 15:51 WIB


Reporter: Agung Ardyatmo, NYT | Editor: Uji Agung Santosa

HONGKONG. Sejak insiden penangkapan kapten kapal nelayan China oleh pasukan keamanan Jepang, hubungan China dan Jepang kian memanas saja. Apalagi, permintaan China untuk membebaskan sang kapten kapal tidak digubris oleh Jepang.

China pun melakukan aksi balasan. Pejabat Kementerian Perindustrian China mengungkapkan, petugas bea cukai China telah menahan bahan-bahan mineral yang bakal diekspor ke Jepang. Bahan-bahan tersebut umumnya digunakan sebagai bahan baku utama dari beberapa produk, seperti mobil hibrid, turbin angin, dan misil tempur.

Juru bicara Kementerian Perindustrian China menolak untuk mengomentari, apakah kebijakan ini sebagai aksi balasan terhadap Jepang atau tidak. Namun yang pasti, Selasa (21/9), Perdana Menteri China Wen Jiabao telah menegaskan, China akan melakukan tindakan balasan, jika Jepang tetap bersikeras menahan sang kapten kapal.

Tak lama sesudah pernyataan sang jubir, satu kantor berita mengutip pernyataan Chen Rongkai, salah satu jubir dari Kementerian Perindustrian. Rongkai sendiri menyangkal pihaknya telah melakukan embargo atas bahan-bahan mineral tersebut.

Setiap pernyataan ataupun kutipan dari pejabat resmi pemerintah yang mendukung aksi balasan itu bisa Jepang gunakan untuk mengajukan komplain resmi ke organisasi perdagangan dunia (WTO), dengan tuduhan China telah melanggar aturan perdagangan bebas.


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×