kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

China tak lagi menjadi investor terbesar surat utang AS, siapa yang menggantikan?


Jumat, 16 Agustus 2019 / 07:06 WIB
ILUSTRASI. Pasar Modal


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pasar obligasi global memang tak luput dari sentimen perang dagang yang kian memanas antara China dan AS. Saat ini,  China mulai melunak. Negeri Panda ini meminta Amerika AS untuk bertemu di tengah-tengah atas potensi kesepekatan dagang. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menegaskan, perjanjian apapun harus sesuai dengan ketentuan Amerika.

Kementerian keuangan China dalam pernyataannya mengatakan bahwa rencana pajak impor yang akan diterapkan Washington, melanggar konsensus yang sebelumnya telah tercapai antara Trump dan Presiden China Xi Jinping pada pertemuan Juni lalu di Jepang. 

Baca Juga: Kurva imbal hasil US Treasury terbalik, sinyal klasik resesi ekonomi akan datang

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara kementerian luar negeri China Hua Chunying, bilang, "Kami berharap AS mau bertemu China lewat jalan tengah, dan mengimplementasikan konsensus dua kepala negara di Osaka."




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×